Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai kisah para ulama dan tokoh lokal merupakan kekuatan budaya yang dapat memperkaya identitas Jakarta sebagai kota global.

Menurutnya, sejarah tersebut perlu dihidupkan dan dikemas secara menarik agar lebih mudah dikenal generasi muda sekaligus dapat diperkenalkan kepada masyarakat internasional.

in1

>>> PLN Terapkan Manajemen Beban Listrik di Jawa Akibat Gangguan Pembangkit

Hal itu disampaikan Rano saat berziarah ke makam Guru KH Abdul Mughni di Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat.

Ziarah tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-499 Kota Jakarta sekaligus mengawali kegiatan Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi yang digelar pada Jumat malam.

"Kita sebagai generasi penerus harus semakin mengenal para tokoh ini. Tidak ada kata terlambat," ujar Rano.

Dia mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong pelestarian sejarah dan kebudayaan melalui pendidikan serta penguatan muatan lokal di sekolah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengatasi keterputusan informasi sejarah di kalangan generasi muda sekaligus menumbuhkan kembali rasa kebangsaan.

>>> Samsung Rilis Patch Keamanan Juni 2026 untuk Galaxy S24 FE

"Kita harus mengakui bahwa generasi saat ini mengalami keterputusan informasi sejarah. Menjadi kewajiban kita bersama untuk memperkenalkannya kembali secara nyata," tutur Rano.

Ia menambahkan, sosok-sosok pahlawan wajib diperkenalkan kembali demi menjaga nasionalisme anak-anak.

Penguatan Identitas Budaya Lewat Pencak Silat

Selain sejarah ulama, Pemprov DKI juga mendorong penguatan identitas budaya melalui pencak silat.

Sekolah nantinya diarahkan memberi ruang bagi peserta didik untuk mengenal berbagai aliran silat khas Jakarta, di antaranya Cingkrik, Tenabang, dan lainnya.

>>> PLN Hentikan Aliran Listrik di Jabar dan Banten 19 Juni 2026

"Anak-anak harus diberi pilihan karena silat merupakan bagian dari budaya, bukan hanya seni bela diri. Keragamannya harus tetap dijaga," ungkap Rano.