Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau tahun ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menyatakan bahwa seluruh wilayah Kotim diprediksi mengalami kondisi sangat kering atau kemarau ekstrem pada Juli hingga September 2026.

in1

>>> OnePlus Pad 3 Pro Resmi Meluncur dengan Baterai 13.380mAh

Prediksi tersebut berdasarkan buletin iklim BMKG pada Juni 2026. Curah hujan diperkirakan hanya 0-20 mm per bulan atau kategori di bawah normal.

Fenomena El Niño yang diperkuat Indian Ocean Dipole (IOD) positif menjadi penyebab utama kondisi ini.

Dampaknya tidak hanya meningkatkan suhu udara dan memperpanjang kekeringan, tetapi juga membuat kawasan gambut sangat rentan terbakar.

Langkah Pencegahan dan Kesiapsiagaan

BPBD memprioritaskan langkah pencegahan untuk menekan risiko meluasnya kebakaran.

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan mulai menerapkan teknologi tanpa bakar dalam aktivitas pertanian maupun perkebunan.

>>> Menkum: Ekstradisi Paulus Tannos Diputuskan Agustus 2026

Multazam juga mengingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Dalam kondisi sangat kering, api kecil pun bisa memicu kebakaran besar.

BPBD memperkuat pengawasan dan deteksi dini dengan mengaktifkan posko pemantauan, meningkatkan patroli rutin, serta memantau titik panas melalui sistem satelit dan laporan lapangan.

Koordinasi dengan BMKG terus dilakukan untuk memperoleh informasi cuaca dan peringatan dini.

Di sisi kesiapsiagaan, BPBD mengimbau masyarakat dan pemerintah desa menyiapkan sumber air cadangan, membuat jalur pemisah api atau firebreak, serta memastikan peralatan pemadam dalam kondisi siap.

>>> Harga Minyak Goreng Superindo 19 Juni 2026 Turun Lewat Promo Pekan Ini

Masker N95 juga perlu disiapkan sebagai antisipasi jika kabut asap mulai terjadi dan mengganggu kesehatan.