Sekelompok peneliti dari Institute for Mummy Studies at Eurac Research di Italia berhasil membuat adonan starter roti sourdough menggunakan ragi kuno yang diisolasi dari tubuh mumi berusia 5.300 tahun bernama Otzi.

Eksperimen ini dilakukan setelah ilmuwan memeriksa mikrobioma aktif pada kulit, usus, dan cairan tubuh mumi yang ditemukan di Pegunungan Alpen tersebut.

>>> Timnas Indonesia Matangkan Persiapan Hadapi Oman dan Mozambik

Tim ahli mikrobiologi kemudian mengembangbiakkan sampel ragi selama beberapa bulan hingga akhirnya sukses digunakan dalam proses fermentasi pembuatan makanan modern.

Rasa Sourdough yang Unik

Mohamed Sarhan, ahli mikrobiologi dari institut tersebut, menggambarkan hasil akhir sourdough sebagai "sangat, sangat enak".

Roti yang dihasilkan terbukti memiliki kualitas fermentasi yang baik sekaligus menunjukkan daya tahan mikroba kuno yang luar biasa.

>>> Iran Desak Israel Mundur dari Lebanon Selatan demi Gencatan Senjata

Langkah melibatkan sektor pangan ini diambil untuk melihat potensi pemanfaatan mikroorganisme purba dalam inovasi kuliner masa kini.

"Kami ingin menindaklanjuti hal ini lebih lanjut dan melibatkan tim peneliti khusus dari sektor pangan dalam prosesnya," ujar Sarhan.

Selain ragi, analisis isi usus Otzi juga mengungkap keberadaan bakteri kaya serat yang mulai punah di masyarakat modern.

>>> Menteri Keuangan Purbaya Selidiki Penurunan Omzet Warteg di Jakarta

Tim peneliti kini berencana mengembangkan eksperimen serupa untuk pembuatan bir.