Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi rencana investigasi terkait fenomena penurunan omzet dan munculnya paket hemat pada usaha warung tegal (warteg) di Jakarta.

Langkah ini diambil untuk membuktikan apakah penurunan tersebut didorong oleh pelemahan daya beli masyarakat.

>>> PT KAI Luncurkan Kereta Ekonomi Kerakyatan KA Cikuray Mulai 10 Juni 2026

"Nanti saya cek lagi, tapi harus hati-hati ya kalau asosiasi kan namanya juga pedagang, ingin sesuatu, kita harus hati-hati tapi kalau data yang lain kan kelihatan yang agregat tuh tumbuhnya kencang semua, belanja juga tumbuhnya kencang," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Jumat (5/6/2026).

Kementerian Keuangan berjanji akan menambahkan stimulus perekonomian jika hasil investigasi membuktikan penurunan omzet benar-benar terjadi akibat penurunan daya beli.

Pemerintah telah mengucurkan stimulus berupa gaji ke-13 sebesar Rp30 triliun pada bulan ini yang diharapkan menambah daya beli masyarakat, termasuk untuk berbelanja di warteg.

"Jadi hati-hati menerjemahkan data, saya bukannya anti, saya akan periksa, tapi jangan Anda sampai simpulkan satu atau dua di tempat situ satu tempat [terjadi penurunan omset] terus artinya semuanya seperti itu," ujar Purbaya.

>>> Telkomsel Operasikan 361 BTS Bertenaga Surya pada 2025

Evaluasi data riil daya beli masyarakat sejauh ini mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) agar pertumbuhan ekonomi terbaca secara agregat.

Purbaya berencana mendatangi langsung warteg yang dimaksud untuk meninjau situasi di lapangan.

Terkait efek nilai tukar, transmisi dampak perubahan kurs terhadap harga barang dan inflasi domestik dinilai belum tentu berdampak langsung pada sektor riil.

>>> Fundamental PT Sinar Terang Mandiri Tbk Dinilai Semakin Kokoh

"Enggak semua ekonomi percaya kalau harga tinggi langsung naikin ke sini ada delay atau enggak ada itu harus kita hati-hati mungkin ada mungkin enggak, tapi saya bukan menegate itu ya, menafikan itu kita akan pelajari," katanya.