PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengoperasikan Kereta Ekonomi Kerakyatan pada KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen pulang pergi mulai Rabu, 10 Juni 2026.

Langkah ini diambil melalui konsep Rel Ekonomi Rakyat guna memperkuat akses transportasi publik dan menyokong aktivitas ekonomi sektor riil di sepanjang lintasan.

>>> Telkomsel Operasikan 361 BTS Bertenaga Surya pada 2025

Perubahan wajah baru KA Cikuray tersebut digagas sebagai upaya menyediakan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Angkutan ini diproyeksikan mampu menjadi stimulus pergerakan roda ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Dukungan untuk Petani, Pedagang, dan UMKM

“KA Cikuray selama ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah yang dilaluinya.

Melalui konsep Rel Ekonomi Rakyat, KAI ingin menghadirkan layanan yang mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi yang dijalankan petani, pedagang pasar, pelaku UMKM, pekerja, pelajar, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya,” kata Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Pembaruan moda transportasi massal ini digarap oleh para pekerja profesional KAI di Balai Yasa Manggarai.

Proses perancangan serta karakteristik fasilitas disesuaikan agar lebih fleksibel merespons kebutuhan penumpang setia KA Cikuray.

>>> Fundamental PT Sinar Terang Mandiri Tbk Dinilai Semakin Kokoh

“Semakin baik konektivitas yang tersedia, semakin besar pula peluang yang dapat dijangkau masyarakat.

Mobilitas yang lancar akan mendukung produktivitas usaha, memperkuat perdagangan, serta membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan lapangan pekerjaan,” jelas Anne Purba.

Data volume penumpang KA Cikuray menunjukkan pergerakan positif dari tahun ke tahun.

Angkutan massal ini tercatat melayani 293.265 pelanggan pada 2022, naik menjadi 514.767 orang pada 2023, dan terus meningkat menjadi 591.089 penumpang pada 2024, 615.723 pengguna pada 2025, serta 266.993 pelanggan selama Januari hingga Mei 2026.

Layanan kereta api Public Service Obligation (PSO) yang disokong oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan ini menetapkan tarif rute terjauh senilai Rp45.000.

Setelah peluncuran fase awal ini, KAI sedang menggodok persiapan lanjutan untuk meluncurkan Kereta Petani dan Pedagang sebagai tahapan berikutnya dari program Rel Ekonomi Rakyat.

>>> Piala Dunia 2026 Dorong Pariwisata Kanada, Dampak Ekonomi Terbatas

Dalam operasional rutinnya, KA Cikuray dijadwalkan berhenti di 12 stasiun, yaitu Stasiun Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, hingga Pasar Senen.