PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengoperasikan 361 base transceiver station (BTS) ramah lingkungan berteknologi solar panel pada 2025.

Langkah ini diambil untuk meminimalkan jejak karbon operasional perusahaan, sebagaimana dilansir dari Teknologi.

>>> Fundamental PT Sinar Terang Mandiri Tbk Dinilai Semakin Kokoh

Telkomsel mengintegrasikan prinsip bisnis berkelanjutan ke dalam infrastruktur telekomunikasi nasional melalui pilar 'Jaga Bumi'.

Penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada BTS dinilai ideal untuk menyediakan catu daya yang stabil, terutama di daerah pelosok tanpa jaringan listrik.

Pemanfaatan panel surya memberikan kemandirian energi, pengurangan emisi karbon signifikan, serta penghematan biaya operasional bulanan dalam jangka panjang.

Komitmen Keberlanjutan Telkomsel

Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz F. M.

Hendropriyono, menyatakan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan nyata.

"Meskipun tidak berada di sektor ekstraktif, Telkomsel tetap menunjukkan kepedulian nyata terhadap keberlanjutan," ujar Diaz.

>>> Piala Dunia 2026 Dorong Pariwisata Kanada, Dampak Ekonomi Terbatas

Direktur Utama Telkomsel Nugroho menegaskan bahwa perusahaan tidak mungkin maju sendirian tanpa perkembangan lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

"Kami telah dan akan terus berinovasi agar kontribusi keberlanjutan Telkomsel semakin terasa," kata Nugroho.

Perusahaan saat ini memfokuskan program pada tiga pilar keberlanjutan: Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.

Melalui Jaga Cita, Telkomsel memperluas akses masyarakat untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, setelah melayani 156,1 juta pelanggan mobile dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C sepanjang 2025.

Operasional didukung lebih dari 293.000 BTS di seluruh Indonesia, termasuk lebih dari 360 desa blank spot.

>>> Maximo Quiles Kuasai Practice Moto3 Hungaria, Veda Ega Melesat ke Posisi Kedua

Pada pilar Jaga Data, penguatan tata kelola dilakukan melalui sistem manajemen informasi berstandar ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010 untuk perlindungan data pelanggan.