Pemerintah menargetkan penerapan mandatori campuran bioetanol sebesar 20 persen (E20) mulai Januari 2028. Langkah ini merupakan kelanjutan dari implementasi biodiesel B50 untuk memperkuat bauran energi nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan target tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.

>>> Presiden Argentina Umumkan Libur Nasional Meski Kalah di Final Piala Dunia 2026

Arahan itu disampaikan usai peluncuran program biodiesel B50.

"Pada saat B50 saya sempat ditanya. Untuk etanol, ini untuk campuran bensin.

Kemudian bisa 100 persen enggak? Bisa Pak.

Ada beberapa jenis bioetanol," ujar Eniya usai acara Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) di Jakarta, Senin (20/7).

Pemerintah menargetkan implementasi mandatori bioetanol 20 persen mulai Januari 2028 dengan menyesuaikan kemampuan produksi dalam negeri. "Pokoknya 20 persen di Januari 2028.

Tetapi tadi disesuaikan dengan kemampuan lokal," katanya.

Eniya mengatakan pemerintah akan mendorong badan usaha swasta membangun pabrik bioetanol, seperti keberhasilan pengembangan industri biodiesel.

"Nanti swasta itu boleh dan sangat kita dorong untuk bisa menghasilkan pabrik-pabrik itu. Tinggal bahan bakunya," ujarnya.

Pembangunan pabrik bioetanol diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu setengah tahun. Tantangan terbesar adalah memastikan ketersediaan bahan baku.

Untuk tahap awal, pemerintah menyiapkan tiga sumber bahan baku utama: singkong, jagung, dan tebu.

>>> Prabowo Heran Program MBG Dianggap Pemborosan Anggaran Negara

Khusus jagung, bahan baku bioetanol akan memanfaatkan bonggol, bukan bijinya, sehingga tidak mengganggu kebutuhan pangan.

"Nah bahan bakunya kita adres tiga dulu. Singkong, ketela yang besar-besar, lalu jagung, kalau jagung bonggolnya, bukan jagungnya," tutur Eniya.

Produksi bioetanol juga akan meningkat seiring kenaikan produksi gula dari tebu maupun hasil panen jagung. "Semakin banyak kita produksi gula, maka semakin banyak kita dapatkan bioetanol.