Semakin banyak kita produksi jagung, semakin banyak juga kita dapatkan bioetanol," ucapnya.

Selain menyiapkan bahan baku, pemerintah juga tengah menyusun formula harga bioetanol berbasis singkong dan jagung. Saat ini formula harga baru tersedia untuk bioetanol berbahan baku molase tebu.

"Kalau yang dari jagung itu belum. Lalu ketela juga belum.

Nah ini saya dalam enam bulan ini insya Allah bisa," kata Eniya. Formula tersebut nantinya akan menjadi dasar penetapan harga bioetanol sesuai karakteristik masing-masing bahan baku.

Sementara itu, di sektor biodiesel, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memastikan pendanaan program B50 masih mencukupi meski kebutuhan biodiesel meningkat.

Direktur Utama BPDP Eddy Abdurrachman mengatakan kebutuhan insentif biodiesel tahun ini turun menjadi sekitar Rp32,3 triliun dari rencana awal sekitar Rp47 triliun, menyusul kenaikan harga solar.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 20-26 Juli 2026: James Bond hingga RoboCop 3

"Cashflow kita sampai sekarang masih bagus," ujar Eddy. Menurutnya, BPDP masih mampu mendukung pendanaan program biodiesel, termasuk implementasi B50 yang mulai berlaku pada tahun ini.