Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan membahas utang negara yang hampir mencapai Rp10.000 triliun.

Hal itu disampaikan dalam podcast bersama influencer Denny Sumargo di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.

>>> Gas Murah Industri Belum Klop, Selisih Kebutuhan dan Pasokan Capai 160,83 BBTUD

Denny bertanya apakah pemasukan negara di beberapa kuartal digunakan untuk membayar utang. Purbaya menegaskan bahwa Indonesia masih mengalami defisit, di mana pengeluaran lebih besar dari pendapatan.

"Enggak kan kita defisit itu artinya pengeluaran masih lebih besar dari pendapatan.

Dalam fiskal itu ada acuan-acuan untuk melihat negara itu utangnya berkesinambungan apa enggak," ujar Purbaya, dikutip Senin (6/7).

Ia menjelaskan bahwa standar internasional menetapkan defisit maksimal 3% dari PDB dan rasio utang di bawah 60%. Indonesia masih memenuhi kedua batas tersebut.

>>> Galaxy S27 Ultra Dikabarkan Uji Baterai 5.600mAh dan 5.800mAh

Purbaya menambahkan, jika pertumbuhan ekonomi semakin cepat, rasio utang terhadap PDB akan terus menurun meski nilai absolut utang tetap naik.

"Jadi bukan absolute value-nya yang kita turunkan tapi rasio utangnya turunkan," jelasnya.

Ketika ditanya apakah utang Indonesia pernah turun, Purbaya menegaskan bahwa rasio terhadap PDB pernah turun, namun nilai utang absolut tidak.

"Rasio utangnya pernah. Utangnya enggak pernah," tandasnya.

>>> Polwan Cantik di Taiwan Diinvestigasi karena Terima 500 Pujian

Berdasarkan data resmi Kementerian Keuangan per 31 Maret 2026, total utang pemerintah mencapai Rp9.920,42 triliun atau setara 40,75% dari PDB nasional.