Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu bahwa Indonesia tengah menghadapi krisis ekonomi. Ia menegaskan fundamental perekonomian nasional masih dalam posisi kuat.

Purbaya menyatakan optimisme tersebut didasarkan pada sejumlah indikator makroekonomi yang terus menunjukkan perbaikan. Menurutnya, kinerja ekonomi nasional tetap terjaga meskipun ada tantangan global dan domestik.

>>> Qodari Bela Pengangkatan Komisaris BUMN dari Latar Belakang Beragam

"Perekonomian kita terus bergerak membaik. Memang masih ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis.

Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan akan terus diperbaiki," kata Purbaya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (5/6/2026).

APBN Sehat dan Defisit Terkendali

Dari sisi fiskal, Purbaya memastikan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dilakukan secara hati-hati.

Defisit APBN dijaga agar tetap di bawah ambang batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen," jelasnya.

Purbaya juga menilai posisi utang Indonesia masih dalam kategori aman. Rasio utang pemerintah terhadap PDB saat ini sekitar 40 persen, jauh di bawah sejumlah negara lain.

"Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang pruden," jelasnya.

>>> Pertamina Beri Bantuan Pendidikan untuk Anak-Anak Banyuwangi

Ia menjelaskan setiap kebijakan strategis yang dibahas di tingkat kabinet selalu disertai kajian menyeluruh dari Kementerian Keuangan terkait risiko fiskal dan konsekuensi anggaran.

Analisis tersebut menjadi bahan pertimbangan Presiden sebelum mengambil keputusan.

Purbaya menegaskan seluruh kebijakan pemerintah diputuskan melalui mekanisme pembahasan bersama dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi ekonomi, dampak sosial, hingga kemampuan fiskal negara.

Di sisi lain, reformasi di lingkungan Kementerian Keuangan terus diperkuat, termasuk pemberantasan praktik penyimpangan di sektor perpajakan dan kepabeanan.

Purbaya menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap aparatur yang terbukti melakukan pelanggaran.

Berbagai langkah pembenahan dilakukan melalui penguatan pengawasan, rotasi pegawai, hingga penindakan terhadap oknum yang terbukti menyalahgunakan kewenangannya. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan integritas institusi sekaligus memperkuat penerimaan negara.

>>> Infografis: Model Alis yang Cocok Sesuai Bentuk Wajah, Jangan Asal Pilih!

"Penyelewengan pasti ada risikonya di setiap organisasi. Yang terpenting adalah mengendalikannya, menindak pelakunya, dan terus memperbaiki sistem agar semakin bersih," pungkasnya.