Badai petir hebat dan gelombang panas dengan suhu mencapai 39 derajat Celsius mengganggu perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 2026.

Presiden Donald Trump akhirnya menyampaikan pidato di National Mall, Washington, DC, dengan keterlambatan sekitar satu jam dari jadwal semula, yaitu pukul 23.00 waktu setempat.

>>> Yono Sudah 8 Tahun Dampingi Ustaz Adi Hidayat, Unggahan soal Komisaris Jadi Sorotan

Ribuan pengunjung dievakuasi dari National Mall saat badai mendekat. Petugas Secret Service kemudian melakukan pemeriksaan ulang sebelum acara Freedom 250 dapat dilanjutkan.

Cuaca ekstrem juga memaksa pembatalan atau perubahan jadwal kembang api dan festival di New York City, Philadelphia, Boston, serta sebagian wilayah Pennsylvania dan Connecticut.

Di Washington, petugas darurat menangani 51 orang yang mengalami penyakit terkait panas, dengan 12 di antaranya dilarikan ke rumah sakit.

Sebanyak 22 orang lainnya dirawat karena masalah medis lain. Polisi setempat melaporkan tidak ada penangkapan selama perayaan.

Trump Serukan Reformasi Pemilu

Dalam pidatonya, Trump menyoroti prioritas legislatifnya, termasuk reformasi pemilu federal dan penghentian pemilu melalui surat.

"Hari ini negara kita menang lagi, dan kita menang seperti tidak pernah sebelumnya.

Amerika kembali, dan kami ingin menjaga Amerika tetap hebat, dan kami akan melakukannya dengan menyetujui SAVE America Act, yang berarti semua pemilih harus menunjukkan KTP pemilih...

semua pemilih harus memberikan sesuatu yang disebut bukti kewarganegaraan," ujar Trump.

Presiden membela pembatasan yang diusulkan dengan menyatakan bahwa hal itu akan menghilangkan ketidakberesan dalam prosedur pemungutan suara di masa depan.

"Dan tidak akan ada surat suara melalui pos, kecuali karena sakit, disabilitas, penugasan militer, atau perjalanan, dan Anda tidak akan memiliki kecurangan dalam pemilu lagi.