Gas Murah Industri Belum Klop, Selisih Kebutuhan dan Pasokan Capai 160,83 BBTUD
Kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) untuk industri masih menghadapi masalah sinkronisasi volume. Berdasarkan data dalam Kepmen ESDM Nomor 250.
K/MG. 01/MEM.
>>> Galaxy S27 Ultra Dikabarkan Uji Baterai 5.600mAh dan 5.800mAh
M/2026, kebutuhan gas murah untuk tujuh sektor industri lebih besar dari volume pasokan hulu yang tersedia.
Total kebutuhan HGBT mencapai 633,376 BBTUD, sementara pasokan hulu hanya 472,546 BBTUD. Artinya, terdapat selisih sekitar 160,83 BBTUD antara kebutuhan dan pasokan.
Selisih tersebut menunjukkan bahwa angka kebutuhan di sisi pengguna dan volume pasokan dalam skema HGBT belum sepenuhnya klop.
Volume pasokan yang ada setara dengan 74,61 persen dari total kebutuhan, sehingga masih ada kekurangan sekitar 25,39 persen.
Tujuh Sektor Penerima HGBT
Tujuh sektor industri penerima HGBT meliputi pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet. Sektor pupuk mencatat kebutuhan terbesar, yakni 190,700 BBTUD.
Disusul keramik 133,243 BBTUD, petrokimia 98,629 BBTUD, kaca 97,673 BBTUD, baja 61,103 BBTUD, oleochemical 50,790 BBTUD, dan sarung tangan karet 1,238 BBTUD.
>>> Polwan Cantik di Taiwan Diinvestigasi karena Terima 500 Pujian
Pemerintah melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan tengah melakukan evaluasi terhadap kebijakan HGBT.
Revisi Kepmen 250 dikebut dengan fokus penyelarasan penyaluran dengan kemampuan pasokan gas nasional.
Revisi tersebut disusun bersama PGN, SKK Migas, dan Kementerian Perindustrian. Tujuannya menyelaraskan kemampuan pasokan dari hulu dengan kebutuhan riil industri agar implementasi HGBT lebih tepat sasaran.
"Suplai dari sisi hulu sama kebutuhan di sisi industri itu kita matching-kan agar tidak ada lagi perbedaan yang kemudian diklaim sebagai kekurangan pasokan," ujar Laode di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Laode melanjutkan, proses tersebut menjadi langkah mitigasi agar potensi kekurangan pasokan HGBT dapat diidentifikasi sejak tahap perencanaan. "Jangan sudah terjadi kekurangan baru industrinya melakukan klaim," katanya.
>>> Usai Indonesia, Giliran Karyawan TikTok Singapura Kena PHK
Namun, hingga berita ini ditulis, revisi Kepmen HGBT belum rampung. Laode menyebut revisi masih membutuhkan diskusi lebih lanjut karena pimpinan meminta pembahasan tambahan.
Update Terbaru
IHSG Menguat ke 5.916 pada Awal Pekan
Senin / 06-07-2026, 16:56 WIB
Galaxy Watch 8 dan Watch 7 Jadi Perangkat Samsung Pertama yang Terima Patch Keamanan Juli 2026
Senin / 06-07-2026, 16:56 WIB
Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ+, Sebut Tak Sesuai Nilai Moral
Senin / 06-07-2026, 16:56 WIB
KARD Umumkan Bubar Setelah Rilis Album dan Tur Perpisahan
Senin / 06-07-2026, 16:56 WIB
Sony Luncurkan BRAVIA BZ-P Series, Layar Profesional 4K HDR di India
Senin / 06-07-2026, 16:53 WIB
Feng Shui Letak Meja Makan di Rumah yang Tepat agar Rezeki Keluarga Mengalir Deras
Senin / 06-07-2026, 16:53 WIB
Apakah Bedak Kedaluwarsa Masih Boleh Dipakai? Kenali Ciri-Ciri dan Risikonya
Senin / 06-07-2026, 16:53 WIB
5 CCTV Bohlam Lampu Praktis, Tinggal Putar dan Pantau Seluruh Ruangan
Senin / 06-07-2026, 16:50 WIB
Kinerja Sawit Menguat, Produksi CPO PTPN III Naik Jadi 2,69 Juta Ton
Senin / 06-07-2026, 16:49 WIB
Wacana Capres Wajib Diusung 3 Parpol, 6 Tokoh Ini Terancam Gagal Maju 2029
Senin / 06-07-2026, 16:49 WIB
PSI Ingin Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', PDIP: Itu Hoaks
Senin / 06-07-2026, 16:49 WIB
IHSG Berbalik Hijau ke 5.916 Setelah Sempat Sentuh 5.857
Senin / 06-07-2026, 16:49 WIB
Insta360 X6 Mendekati Peluncuran dengan Sertifikasi FCC
Senin / 06-07-2026, 16:49 WIB
Pacar Erling Haaland Unggah Pesan Menyentuh Usai Norwegia Singkirkan Brasil
Senin / 06-07-2026, 16:49 WIB







