Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 cukup sulit dan menantang.

Hal ini terlihat dari pendapatan negara yang jauh dari target yang ditetapkan.

>>> PLN Akui Program Listrik Desa 2025 Belum Tuntas, 83 Lokasi Masih Dikerjakan

Realisasi pendapatan negara sepanjang 2025 mencapai Rp2.765,13 triliun. Angka ini lebih rendah dari target APBN 2025 sebesar Rp3.005,12 triliun.

Pendapatan negara terdiri dari penerimaan perpajakan Rp2.218,17 triliun atau hanya 89,05% dari target.

Namun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melampaui target dengan realisasi Rp541,53 triliun (105,43%).

Tantangan Optimalisasi Pendapatan

Purbaya menyebut optimalisasi pendapatan negara pada 2025 sangat menantang.

Faktor yang mempengaruhi antara lain gejolak ekonomi global, penyesuaian PPN barang mewah, dan percepatan resolusi pajak untuk menjaga likuiditas usaha.

>>> Asus Luncurkan SSD Portabel Dual Port dengan Kecepatan 500MB/s dan Kapasitas hingga 1TB

Dari sisi belanja, realisasi mencapai Rp3.435,46 triliun, terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp2.586,42 triliun dan transfer ke daerah Rp449,04 triliun.

Realisasi ini lebih tinggi dari rencana awal dalam Instruksi Presiden No 1/2025.

Inpres tersebut mendorong efisiensi belanja Rp306,7 triliun dan membuka ruang relaksasi melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Rp206,4 triliun untuk program prioritas.

Dengan realisasi tersebut, defisit APBN 2025 terkendali di 2,81% terhadap PDB atau Rp670,34 triliun.

Pemerintah membiayai defisit melalui strategi pembiayaan prudent dengan realisasi pembiayaan netto Rp742,73 triliun.

>>> Galaxy A18 5G Beralih ke Snapdragon, Varian 4G Tetap Pakai MediaTek

Pemerintah juga memberikan paket stimulus ekonomi secara bertahap setiap kuartal sepanjang 2025 untuk memperkuat dampak kebijakan fiskal bagi masyarakat.