Para peneliti berhasil mengekstrak ragi hidup dari sisa-sisa mumi prasejarah berusia sekitar 5.300 tahun dan menggunakannya untuk membuat roti sourdough.

Ragi tersebut ditemukan membeku di pegunungan Alpen.

>>> Instagram Luncurkan Fitur 'Reorder Your Grid' untuk Atur Ulang Postingan Profil

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Microbiome mengungkapkan bahwa kondisi dingin ekstrem selama ribuan tahun membantu menjaga mikroorganisme tetap bertahan hidup.

Mumi itu bernama Ötzi si Manusia Es, seorang pria Zaman Perunggu yang meninggal sekitar 3300 SM setelah terkena panah.

Ia ditemukan oleh para pendaki pada 1991 di gletser di perbatasan Italia dan Austria.

Peneliti dari Eurac Research di Bolzano menemukan beberapa spesies ragi yang beradaptasi dengan suhu dingin di usus mumi, kulitnya, dan air dari pencairan tubuhnya.

"Yang tidak kami duga adalah menemukan ragi," kata peneliti utama Mohamed Sarhan kepada AFP.

Tim mengidentifikasi empat spesies berbeda yang mampu bertahan hidup pada suhu di bawah nol derajat.

Jamur mikroskopis ini biasanya hanya ditemukan di lingkungan sangat dingin seperti Antartika dan Pegunungan Alpen.

Analisis genetik menunjukkan ragi tersebut masuk ke dalam mumi tak lama setelah kematian dan tetap terawetkan selama ribuan tahun.

>>> Pemerintah Targetkan Defisit APBN 2027 Maksimal 2,40 Persen PDB

"Ragi-ragi ini menemani Ötzi dalam perjalanan panjangnya selama ribuan tahun," kata Frank Maixner, salah satu penulis, kepada AFP.

Setelah mengekstraksi mikroorganisme tersebut, para ilmuwan mulai membudidayakannya di laboratorium. Upaya pertama gagal, tetapi setelah tiga bulan percobaan, tim berhasil.

Sarhan menyebut bahwa mereka berhasil menghasilkan ragi sourdough yang sangat lezat. Para peneliti sekarang mempertimbangkan untuk menggunakan ragi kuno tersebut untuk membuat bir.