Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyatakan bahwa 62 persen jamaah haji Indonesia telah tiba di tanah air hingga Sabtu (20/6).

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengajak para jamaah menjadikan kepulangan dari Tanah Suci sebagai awal untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

in1

>>> Tersangka Perusakan Ruko di Cilincing Resmi Ditahan Polisi

Menurut Maria, nilai-nilai seperti kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, persaudaraan, dan keikhlasan yang tumbuh selama ibadah haji harus terus dijaga setelah kembali ke tanah air.

"Perjalanan haji tidak berhenti ketika jamaah tiba di rumah. Justru dari sanalah pengabdian baru dimulai.

Nilai kemabruran harus tercermin dalam sikap, kepedulian, serta kontribusi nyata kepada keluarga dan masyarakat," ujar Maria di Makkah, Sabtu (20/6).

Maria menambahkan bahwa kepatuhan dan kedisiplinan jamaah selama proses pemulangan turut menentukan kelancaran pelayanan.

Kemenhaj mengapresiasi jamaah yang mematuhi ketentuan penerbangan, termasuk tidak membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun tas kabin.

"Kepatuhan jamaah bukan hanya memudahkan proses pemeriksaan, tetapi juga menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan.

Air zamzam telah disiapkan dan akan dibagikan secara resmi di debarkasi masing-masing, sehingga jamaah tidak perlu membawanya di dalam koper," kata Maria.

Maria juga mengingatkan jamaah untuk menjaga paspor, kartu identitas haji, boarding pass, dan dokumen penting lainnya selama perjalanan.

Jamaah diminta tidak menitipkan dokumen kepada pihak yang tidak berkepentingan serta segera melapor kepada petugas apabila mengalami kehilangan atau kendala.

Selain dokumen perjalanan, jamaah perlu memeriksa kembali barang bawaan sebelum meninggalkan hotel, bus, maupun area bandara.

Koper dan tas kabin harus dilengkapi identitas yang jelas agar mudah dikenali saat tiba di Indonesia.