Jadwal ke kamar mandi Anda mungkin mengungkapkan lebih banyak tentang kesehatan daripada yang Anda kira.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa frekuensi dan waktu buang air besar bisa menjadi jendela sederhana untuk melihat kondisi kesehatan secara keseluruhan.

>>> Aroma Tanaman Ini Terbukti Usir Laba-laba dari Rumah

Sebuah studi besar bahkan mengidentifikasi "titik manis" satu hingga dua kali buang air besar sehari, menantang anggapan umum bahwa pencernaan tidak teratur hanyalah gangguan kecil.

Meski banyak orang enggan membahasnya, sains mulai menanggapinya dengan serius.

Studi tahun 2024 yang diterbitkan di Cell Reports Medicine meneliti bagaimana frekuensi buang air besar berkaitan dengan fisiologi dan kesehatan jangka panjang.

Mengapa Usus Lebih Aktif di Pagi Hari

Sistem pencernaan Anda berjalan mengikuti jam internal 24 jam yang sama yang mengatur tidur dan hormon, yaitu ritme sirkadian.

Usus besar tidak bekerja sama sepanjang waktu.

Sebuah tinjauan di Journal of Clinical Gastroenterology mencatat bahwa aktivitas usus meningkat tajam sekitar waktu bangun tidur, seolah-olah usus dipersiapkan untuk kosong di pagi hari, lalu melambat di malam hari.

Dorongan di siang hari ini didorong oleh apa yang disebut gen jam yang membantu mengatur kecepatan pencernaan.

Inilah sebabnya buang air besar pagi yang teratur sering dianggap sebagai tanda usus yang tersinkronisasi dengan baik, sementara waktu yang tidak menentu bisa mencerminkan sistem yang terganggu oleh jadwal tidur atau makan yang tidak teratur.

Hubungan ini bersifat asosiatif, bukan sebab yang terbukti, sehingga lebih baik diperlakukan sebagai sinyal yang berguna, bukan diagnosis.

Namun, hal ini memberikan dasar biologis nyata pada gagasan populer tentang "jam buang air besar".