Stres dan Makan Larut Malam Tingkatkan Risiko Gangguan Pencernaan
Kebiasaan makan larut malam saat stres dapat mengganggu kesehatan sistem pencernaan. Kombinasi keduanya meningkatkan risiko gangguan buang air besar seperti sembelit dan diare.
Temuan ini dipresentasikan dalam ajang Digestive Disease Week pada Mei 2026. Data awal penelitian menunjukkan keterkaitan erat antara waktu makan, tingkat stres, dan kondisi usus.
>>> Kemenperin: Pelemahan Rupiah Belum Tekan Industri Tekstil Nasional
Masyarakat yang mengonsumsi lebih dari 25 persen total kalori harian setelah pukul 21.00 bersamaan dengan stres tinggi memiliki risiko pola buang air besar tidak normal hingga 2,5 kali lebih besar.
Risiko ini jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok tanpa kebiasaan tersebut.
Penelitian Ungkap Dampak Makan Larut Malam dan Stres
Penulis utama penelitian, Dr. Harika Dadigiri, menyatakan bahwa mayoritas studi sebelumnya lebih fokus pada efek makan larut malam terhadap kualitas tidur, diabetes, obesitas, atau penyakit asam lambung.
Hal ini mendorongnya untuk meneliti dampak pada saluran pencernaan.
"Saya sendiri termasuk orang yang sering makan larut malam, dan saya tidak menemukan banyak penelitian tentang topik ini," kata Dadigiri.
Tim ilmuwan menganalisis data kesehatan lebih dari 11.000 partisipan National Health and Nutrition Examination Survey dari CDC Amerika Serikat.
Riset juga melibatkan data lebih dari 4.100 peserta dari American Gut Project.
Aktivitas makan larut malam saja ternyata tidak berpengaruh langsung pada gangguan fungsi usus. Ancaman kesehatan muncul akibat perpaduan antara makan malam terlalu larut dan kondisi stres kronis.
Hasil analisis pada peserta American Gut Project menunjukkan bahwa individu dengan stres tinggi yang sering makan larut malam memiliki keragaman bakteri usus lebih rendah.
Variasi mikrobioma usus sangat penting untuk menjaga stabilitas kesehatan tubuh.
Update Terbaru
Daftar Selebriti Korea yang Putus Setelah Pacaran Lama
Kamis / 11-06-2026, 20:36 WIB
Cara Mengaktifkan Kembali Kartu BPJS Kesehatan PBI yang Dinonaktifkan
Kamis / 11-06-2026, 20:33 WIB
Volkswagen Kritik Kebijakan Larangan Mobil Bensin di Berbagai Negara
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Manchester United Kesulitan Jual Andre Onana karena Gaji Tinggi
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Studi Sun Life: 80% Masyarakat Tertekan Biaya Hidup, Ketahanan Finansial Belum Merata
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Menteri Keuangan Respons Ajakan Boikot Pertamax ke Pertalite di Medsos
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Trump Ancam Serang Iran dan Kuasai Industri Minyak
Kamis / 11-06-2026, 20:31 WIB
Nova Arianto Langsung Turunkan Mathew Baker Sejak Awal Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Chevrolet Gunakan AI untuk Desain C9 Corvette, Tapi Bukan yang Ini
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Nova Arianto Turunkan Mathew Baker sebagai Starter Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Pasar Obligasi Korporasi Dinilai Lebih Menguntungkan Investor
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB
Pemerintah Antisipasi Peralihan Konsumen dari Pertamax ke Pertalite
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB
QJMotor Indonesia Luncurkan Program Trip Eksklusif ke China di PRJ 2026
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB
Nova Arianto Turunkan Mathew Baker sebagai Starter Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB






