Masyarakat kini semakin sadar akan pentingnya kesehatan mental. Banyak yang melakukan healing untuk mengatasi tekanan hidup.

Namun, tahukah Anda bahwa hutan bisa menjadi obat mujarab stres?

>>> Foundation atau Skin Tint Dulu? Panduan Makeup Flawless

Guru Besar IPB University, Prof Siti Badriyah Rushayati, mengungkapkan bahwa hutan memiliki peran lebih luas dari sekadar kawasan hijau.

Selain menyerap karbon dan menjaga ekosistem, hutan juga berkontribusi langsung pada kesehatan manusia melalui konsep healing forest atau terapi hutan.

Menurut Prof Siti, berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan lingkungan hutan memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental.

"Paparan udara hutan dapat meningkatkan aktivitas natural killer cells yang berperan melawan infeksi dan sel kanker.

Terapi hutan juga terbukti menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kesehatan mental," ungkapnya dalam laman resmi IPB, dikutip Minggu (12/7/2026).

Manfaat tersebut tidak lepas dari keberadaan phytoncide, senyawa volatil alami yang dihasilkan tumbuhan sebagai mekanisme pertahanan.

Bagi manusia, senyawa ini memiliki sifat antioksidan yang melindungi sel dari radikal bebas, menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan mental.

>>> Cushion vs Foundation: Mana yang Lebih Aman untuk Kulit Berjerawat?

Syarat dan Potensi Ekonomi Healing Forest

Meski bermanfaat, healing forest tidak bisa dilakukan sembarangan. Lokasi harus memenuhi syarat seperti tingkat kebisingan rendah, kualitas udara baik, medan aman, dan suasana yang menenangkan.

"Seluruh panca indera harus menyatu dengan alam. Jika kebisingan terlalu tinggi, relaksasi tidak optimal," kata Prof Siti.

Healing forest juga memiliki potensi ekonomi melalui wisata berbasis jasa lingkungan.

Contohnya di Taman Hutan Raya Ir H Djuanda yang menawarkan paket wisata healing forest dengan jalur khusus, aktivitas terapi alam, dan pemandu terlatih.

"Ini bisa menjadi sumber ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesadaran menjaga hutan," ujarnya.

Menurut Prof Siti, menghadapi triple planetary crisis memerlukan pendekatan berbasis lanskap, konservasi, restorasi ekosistem, pembangunan hutan kota, dan pelibatan pemangku kepentingan.

>>> Ayam Bakar Gochujang Andaliman Juarai Hansik Contest 2026

"Ketahanan iklim, ekosistem, dan kesehatan masyarakat hanya tercapai jika pembangunan selaras dengan fungsi jasa lingkungan hutan," pungkasnya.