Merasa malas atau enggan pergi bekerja bisa menjadi tanda bahwa Anda berada di lingkungan kerja yang toksik.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu produktivitas, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan fisik, mental, dan emosional.

>>> KPK Tangkap 5 Orang Termasuk Bupati Sukoharjo dalam OTT

Menurut laman Cleveland Clinic, lingkungan kerja toksik adalah tempat yang mempertahankan budaya negatif, keraguan, dan agresi.

Psikolog Amy Sulivan menjelaskan bahwa di lingkungan seperti ini, komunikasi tidak konsisten, bias, dan membingungkan, serta pemimpin tidak menghormati kebutuhan pekerja.

Dampak negatifnya bisa berupa reaksi fisik seperti mual saat bekerja, sulit tidur, kecemasan meningkat sebelum jam kerja, ketegangan otot, dan hilangnya motivasi.

11 Tanda Lingkungan Kerja Toxic

Sebuah studi pada tahun 2024 mengklasifikasikan beberapa contoh lingkungan kerja toksik. Berikut tanda-tandanya.

1.

Pengawasan yang kasar: Pemimpin mempermalukan karyawan dan menetapkan ekspektasi tidak realistis atau tidak etis, seperti lembur tanpa bayaran.

2. Perundungan: Rekan kerja atau atasan menggunakan intimidasi atau agresi untuk mengisolasi, melemahkan, atau menyinggung karyawan.

3. Keuntungan yang tidak adil: Beberapa karyawan diistimewakan, sementara yang lain ditolak kesempatan mengembangkan diri.

4. Pelecehan: Pelecehan seksual, rasial, agama, dan disabilitas mengganggu kenyamanan dan membahayakan kesejahteraan pekerja.

>>> Pakar Beri Catatan Penting soal MoU MPR-MK Terkait Tafsir Konstitusi

5. Sikap tidak ramah: Ucapan tidak sensitif, komentar menyinggung, lelucon, dan kebohongan sering terjadi.

6. Penyimpangan interpersonal: Gosip, mencuri ide, mendiskreditkan, dan ancaman meningkatkan permusuhan.

7. Keadilan interpersonal: Ketidakmampuan mendapatkan dukungan karena tidak diperlakukan dengan bermartabat.

8. Pengucilan: Karyawan merasa tidak nyaman menyuarakan kekhawatiran atau membela diri karena diabaikan.

9. Perilaku merendahkan: Meremehkan di rapat, menyebar rumor, dan membuat seseorang merasa tidak mampu.

10. Agresi: Perilaku yang bertujuan menyebabkan kerugian, baik verbal, fisik, maupun mengganggu kinerja.

11. Kekerasan: Serangan fisik dan agresi verbal yang kasar meningkatkan kecemasan, ketidakpuasan, dan depresi.

Selain 11 tanda di atas, gejala lain yang patut diwaspadai meliputi tingkat pergantian karyawan tinggi, semangat kerja rendah, kurangnya transparansi dan akuntabilitas, serta rendahnya kepercayaan terhadap pimpinan.

>>> Rincian 20 Gol Kylian Mbappe di Piala Dunia

Jika Anda mengalami tanda-tanda tersebut, tetapkan batasan di tempat kerja, luangkan waktu untuk beristirahat, atau konsultasikan dengan profesional jika lingkungan kerja sudah sangat mengganggu.