Dalam hubungan yang sehat, saling membutuhkan adalah hal wajar. Namun, kebutuhan berlebihan bisa berubah menjadi ketergantungan emosional.

Kondisi ini membuat seseorang sulit tenang, tidak percaya diri, bahkan menjadi posesif. Dikutip dari Healthline, emotional dependency terjadi ketika kebahagiaan dan rasa aman sepenuhnya digantungkan pada pasangan.

>>> Felix Wong, Bintang Legendaris The Legend of the Condor Heroes, Pensiun dari Akting

Akibatnya, pasangan yang menjadi tempat bergantung merasa terbebani. Sementara pihak yang bergantung semakin sulit menemukan rasa percaya diri.

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu konflik dan kelelahan emosional. Berikut tujuh tanda seseorang terlalu bergantung pada pasangannya.

1. Selalu Meminta Validasi

Seseorang yang bergantung secara emosional terus-menerus butuh kepastian dicintai. Ia sering bertanya, "Kamu cinta aku, nggak?"

atau "Bagaimana penampilanku?"

Perasaan tenang hanya muncul setelah mendapat pujian atau perhatian. Tanpa validasi itu, rasa cemas dan tidak aman mudah muncul.

2. Cemas Berlebihan saat Berpisah

Berpisah sementara atau pasangan terlambat membalas pesan bisa memicu kecemasan berlebihan. Pikiran dipenuhi kemungkinan buruk sehingga muncul dorongan untuk terus menghubungi.

Hal ini dijelaskan dalam laman Inspired Life Chico.

3. Sulit Punya Kehidupan di Luar Hubungan

Hobi, pertemanan, atau aktivitas yang dulu disukai mulai ditinggalkan demi pasangan. Hubungan menjadi satu-satunya sumber kebahagiaan dan identitas diri memudar.

>>> Bintang The Odyssey Sebut Tenet Karya Christopher Nolan Kurang Diapresiasi

Menurut Cape Coral Counselor, ini membuat seseorang kehilangan jati diri.

4. Sulit Ambil Keputusan Tanpa Pasangan

Bukan hanya keputusan besar, hal sederhana seperti memilih makanan pun terasa sulit tanpa pendapat pasangan. Rasa percaya diri terhadap kemampuan sendiri menurun.