Pemimpin Reform UK Nigel Farage mengumumkan pengunduran dirinya sebagai anggota parlemen pada Selasa, 7 Juli 2026.

Langkah ini memicu pemilu sela di daerah pemilihan Clacton-on-Sea yang akan ia ikuti kembali.

>>> Kyle Lowry Resmi Pensiun dari NBA, Teken Kontrak Satu Hari dengan Raptors

Keputusan itu diambil di tengah tekanan terkait laporan Sunday Times yang menyebut Farage gagal melaporkan dukungan finansial, biaya keamanan, staf media sosial, dan penggunaan properti dari terpidana keuangan George Cottrell menjelang pemilu 2024.

Anggota parlemen Liberal Demokrat Josh Babarinde telah melaporkan Farage ke komisioner standar parlemen.

Komisioner saat ini juga tengah menyelidiki Farage terkait hadiah senilai £5 juta dari miliarder kripto Christopher Harborne.

Farage membantah semua tuduhan pelanggaran aturan parlemen dalam pernyataan yang disiarkan televisi. Ia menyebut sorotan media dan politik sebagai upaya terkoordinasi lawan politik untuk menghentikan momentum partainya.

"Saya akan berjuang untuk melanjutkan revolusi politik yang telah dimulai Reform," kata Farage.

Kemarahan terhadap Media

Farage meluapkan kemarahannya kepada media arus utama, khususnya editor The Times yang mempublikasikan foto tempat tinggal pribadi putrinya.

Ia menilai hal itu membahayakan keselamatan keluarganya.

"Apakah saya marah? Saya tidak pernah semarah ini dalam hidup saya," ujar Farage.

Ia menegaskan putrinya tidak terlibat dalam kehidupan publik dan telah mengalami pelecehan langsung di rumahnya.

>>> Trump Tiba di Turki untuk KTT NATO yang Krusial

Farage mengklaim telah beroperasi sepenuhnya dalam batas peraturan parlemen. Ia menyebut tidak memiliki biaya parlemen pribadi sebagai bukti kepatuhan finansial.

"Saya tidak melakukan kesalahan. Saya tidak melanggar hukum.

Selama dua tahun pertama sebagai anggota parlemen, biaya pribadi saya nol," katanya.