Eks Wagub: Usul Ubah Nama Jabar Jadi Tatar Sunda Belum Urgen
Eks Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dede Yusuf menilai usulan perubahan nama provinsi menjadi Tatar Sunda belum urgen atau mendesak untuk saat ini.
Dede yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Demokrat itu mengingatkan bahwa Jawa Barat tidak hanya dihuni oleh budaya Sunda.
>>> Wamendagri Wiyagus Dorong Pemda Perkuat Tata Kelola Sawit
Menurutnya, di Jabar juga terdapat budaya Betawi dan Jawa. Jika nama diubah menjadi Tatar Sunda, dikhawatirkan budaya lain akan terkesan minoritas.
"Maka ada beberapa kebudayaan yang akhirnya seperti menjadi minoritas.
Padahal konsepnya Tatar Sunda itu adalah harusnya menjadi suatu daerah yang lebih egaliter," ujar Dede di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (7/7).
Ia menambahkan, secara historikal pun perubahan nama tersebut belum diperlukan. Meski demikian, Dede mempersilakan Pemprov dan DPRD Jabar jika ingin mengusulkan perubahan.
Namun, ia menegaskan usulan itu harus melalui perubahan undang-undang di DPR RI. Sebab, nomenklatur provinsi diatur dalam undang-undang.
"Harus jadi undang-undang karena kan perubahan nomenklatur provinsi, kabupaten/kota, itu adanya di undang-undang dan itu harus diputuskan di DPR RI," jelas Dede.
>>> Jorge Jesus Kandidat Terkuat Pelatih Timnas Portugal
Ia menjelaskan, revisi undang-undang akan mencakup nomenklatur hingga batas wilayah. DPRD boleh membuat usulan, tetapi harus diteruskan ke DPR RI.
Sementara itu, seluruh fraksi di DPRD Jawa Barat disebut telah memberi lampu hijau untuk melanjutkan usulan ini ke tahapan legislasi.
Ketua Komisi I DPRD Jabar, Rahmat Hidayat Djati, mengatakan pembahasan usulan perubahan nama tersebut bukan tanpa alasan.
Salah satu pertimbangannya adalah menjaga identitas budaya Sunda yang dinilai mulai tergerus.
"Urgensinya karena identitas jati diri suku Sunda terancam punah," klaim politikus PKB itu, Senin (6/7).
Menanggapi kekhawatiran bahwa nama "Provinsi Sunda" tidak merepresentasikan keberagaman, Rahmat menegaskan tidak ada wilayah di Jawa Barat yang berada di luar cakupan Tatar Sunda.
>>> Pekerja Tewas Terjepit Lift Barang di Roxy Mas Jakpus
"Tidak ada wilayah non-Sunda. Semua yang ada dalam cakupan Provinsi Jawa Barat sekarang ini semuanya wilayah Sunda," tegas Rahmat.
Update Terbaru
Qubo Hadirkan AI Guard untuk Kamera Keamanan dan Luncurkan Dashcam Pro 2K
Selasa / 07-07-2026, 23:08 WIB
10 Sepatu Lari Diadora Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
Selasa / 07-07-2026, 23:08 WIB
Beda Micellar Water dan Milk Cleanser, Mana yang Harus Dipilih?
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
On Squad Race Debut di Jakarta, Lomba Estafet Urban Satukan Komunitas Pelari
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
Usai Divonis Mahkamah Malaysia, Dua Nakhoda Nelayan RI Segera Dipulangkan ke Batam
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
KPK Awasi Program MBG, BGN Tindaklanjuti 10 Temuan
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
Taylor Swift Menang Gugatan Hak Cipta dari Penyair Kimberly Marasco
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
Kejar Setoran Pajak, Menkeu Ancam Rumahkan Pegawai DJP Berkinerja Buruk
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
Prabowo Ungkap Hasil Tes DNA: Saya Punya DNA India
Selasa / 07-07-2026, 22:33 WIB
Seattle Akhiri Tuan Rumah Piala Dunia di Tengah Eliminasi AS
Selasa / 07-07-2026, 22:28 WIB
Kapolda Banten: Belum Ada Unsur Pidana di Kebakaran TPA Jatiwaringin
Selasa / 07-07-2026, 22:28 WIB
Apa Salah Ronaldo hingga Portugal Kandas di Piala Dunia 2026?
Selasa / 07-07-2026, 22:28 WIB
Donovan Mitchell Teken Perpanjangan Kontrak Rp4,3 Triliun dengan Cavaliers
Selasa / 07-07-2026, 22:23 WIB
Kasatgas Tinjau Jalan Werlah di Bener Meriah, Siapkan Jalur Alternatif
Selasa / 07-07-2026, 22:23 WIB







