Pemerintah terus mendorong penguatan tata kelola industri sawit di daerah agar mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus meminta pemerintah daerah penghasil sawit menerapkan enam langkah strategis guna memperkuat tata kelola sektor tersebut.

>>> Jorge Jesus Kandidat Terkuat Pelatih Timnas Portugal

Menurut Wiyagus, penguatan tata kelola sawit sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 dan mendukung Asta Cita Presiden dalam RPJMN 2025-2029.

Sektor sawit tidak hanya diposisikan sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan nasional.

Melalui tata kelola yang baik, sawit diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi melalui biodiesel, mendorong hilirisasi, dan memperluas pemerataan ekonomi melalui pemberdayaan pekebun.

"Sawit adalah contoh sukses hilirisasi. Dari CPO menjadi minyak goreng, oleokimia, biofuel, hingga produk farmasi dan kosmetik.

Hilirisasi menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah di daerah," ujar Wiyagus dalam Workshop AKPSI dan Sawit Expo di Jakarta, Selasa (7/7).

>>> Pekerja Tewas Terjepit Lift Barang di Roxy Mas Jakpus

Enam langkah strategis yang dipaparkan Wiyagus meliputi peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan, penguatan nilai tambah komoditas, perluasan kolaborasi dan kemitraan, penguatan sistem pemantauan dan evaluasi, penyelarasan kebijakan daerah dengan pusat, serta perbaikan tata kelola dan kualitas data sektor sawit.

Menurut Wiyagus, keenam strategi itu kunci agar pengembangan sawit meningkatkan produktivitas, daya saing, lapangan kerja, nilai tambah, dan kesejahteraan pekebun.

"Kepada para gubernur, bupati, dan wali kota penghasil sawit, saya meminta agar keenam langkah ini diinternalisasikan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, serta memanfaatkan DBH sawit secara tepat sasaran," tambah Wiyagus.

Ia menilai suksesnya tata kelola sawit akan berdampak pada optimalnya pembangunan daerah, menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan nilai tambah industri, dan menopang perekonomian daerah.

>>> Susunan Pemain Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Messi vs Salah

"Tugas kita hari ini adalah memastikan anugerah ini dikelola dengan sebaik-baiknya, berkelanjutan, berkeadilan untuk kemakmuran rakyat, sehingga sawit menjadi pilar menuju Indonesia Emas 2045," tandasnya.