Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali meraih juara umum dalam Anugerah Adinata Syariah 2026. Setelah sukses mempertahankan gelar, Jabar kini membidik status sebagai provinsi syariah.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir. Pemerintah daerah akan terus memperkuat implementasi ekonomi syariah di berbagai sektor, mulai dari industri hingga pariwisata.

>>> Jasad WN Afrika Selatan Ditemukan Bersimpuh di Hutan Sangyang Tabanan

"Yang paling utama bagaimana kami betul-betul bisa menerapkan di daerah kami, mulai dari industri syariah, pariwisata syariah, semua tempat di Jawa Barat menjadi tempat yang syariah," kata Erwan usai acara di Auditorium Bank Mega, Jakarta, Senin (6/7).

Erwan menuturkan capaian tahun ini merupakan hasil evaluasi setelah sebelumnya juga menjadi juara umum pada 2025.

Tahun lalu Jabar meraih penghargaan pada sembilan dari 12 kategori, sedangkan tahun ini berhasil membawa pulang penghargaan pada 12 dari 14 kategori.

"Setelah mendapatkan juara umum itu kami tidak cepat berpuas diri, tetapi kami evaluasi apa saja yang belum kami raih.

Dari 14 kategori yang dilombakan tahun ini kami bedah satu per satu dan Alhamdulillah hasilnya bisa kita lihat sendiri," ujarnya.

Menurut Erwan, keberhasilan ini merupakan kerja bersama jajaran Pemprov Jabar, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta dukungan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat.

Pemerintah daerah akan menjadikan penghargaan tersebut sebagai pemacu untuk memperkuat penerapan ekonomi syariah, bukan sekadar mengejar prestasi.

>>> Jangan Terjebak, Ini 10 Tanda Pasangan Anda Psikopat

Erwan menilai Jawa Barat memiliki modal besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah.

Dari total 51 juta penduduk, sekitar 97,3 persen atau lebih dari 49 juta jiwa adalah muslim.