Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Ankara, Turki, pada Selasa, 7 Juli 2026, untuk menghadiri KTT NATO yang membahas peningkatan belanja pertahanan dan tanggung jawab keamanan Eropa.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut Trump sebelum pertemuan yang berlangsung di tengah desakan aliansi agar negara anggota meningkatkan anggaran militer.

>>> Pemimpin Iran Tegaskan Tidak Berdamai dengan AS dan Tak Akui Israel

KTT ini digelar saat pemerintahan Trump mendorong negara-negara Eropa untuk mengambil tanggung jawab pertahanan yang lebih besar melalui konsep yang disebut "NATO 3.0".

Hal ini memungkinkan fokus strategis Amerika beralih ke kawasan Indo-Pasifik.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyampaikan tujuan pertemuan sebelum kedatangan Trump, dengan 32 anggota aliansi dan mitra internasional akan membahas komitmen keamanan.

"Selama dua hari ke depan, 32 sekutu NATO, bersama mitra dari Ukraina, Uni Eropa, Indo-Pasifik, dan Teluk akan berkumpul di Ankara untuk memastikan NATO terus memberikan hasil," tulis Rutte di X.

Rutte menekankan bahwa negara-negara anggota secara aktif meningkatkan keterlibatan mereka untuk menjaga nilai-nilai demokrasi bersama dan pertahanan benua.

"Sekutu telah menunjukkan bahwa mereka melangkah maju secara besar-besaran.

Kami lebih kuat bersama, di NATO, dengan mitra kami, untuk memastikan kebebasan dan keamanan yang kami junjung tinggi," lanjut Rutte.

Tuntutan kebijakan ini menghadirkan hambatan fiskal bagi negara anggota, yang baru-baru ini menyebabkan Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengundurkan diri karena ketidaksepakatan anggaran.

>>> Djarum dan PIX Creative Hadirkan Interactive Games di Jakarta Fair 2026

Berbicara di Forum Industri Pertahanan NATO pada Selasa, Wakil Menteri Pertahanan AS Michael Duffy menyerukan percepatan produksi militer di seluruh aliansi.