Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Teheran tidak akan pernah berdamai dengan Amerika Serikat dan tidak akan mengakui Israel.

Pernyataan itu disampaikan Ghalibaf untuk menjawab spekulasi mengenai negosiasi yang tengah berlangsung antara Iran dan AS untuk menjalin perdamaian permanen.

>>> Djarum dan PIX Creative Hadirkan Interactive Games di Jakarta Fair 2026

Berbicara dalam pertemuan di Teheran pada Minggu dengan Ketua Dewan Syura Hamas Mohammad Darwish, Ghalibaf menegaskan Iran tidak akan mengakui Israel.

Ia juga menjamin Iran akan terus mendukung umat Muslim dan poros perlawanan, termasuk menyediakan rudal jika diperlukan dan dukungan politik kapan pun dibutuhkan.

Ghalibaf mengatakan Iran telah menetapkan batasan yang jelas dan mempertahankannya selama negosiasi dengan AS.

Poros perlawanan dan Lebanon termasuk di antara batasan yang tak bisa ditawar lagi. Ia juga berjanji mengikuti fase kedua gencatan senjata Gaza dengan saksama.

>>> Daftar 13 Pemain Baru Timnas Indonesia Era John Herdman

Ghalibaf menyebut Iran tidak meninggalkan tuntutan utamanya dalam nota kesepahaman dengan Washington melalui mediasi Qatar dan Pakistan untuk mengakhiri perang.

Ia mengklaim AS telah dipaksa mengakui tuntutan tersebut dalam nota kesepahaman.

Menurut Ghalibaf, kesiapan militer penuh sangat penting untuk posisi tawar yang kuat saat negosiasi. Ia beralasan AS dan Israel akan melancarkan perang jika merasakan kelemahan perlawanan Iran.

>>> Aiptu N Terduga Penyiksa Istri Siri Pernah Disanksi Disiplin dan Etik

Ghalibaf juga menekankan bahwa diplomasi harus mampu melindungi keberhasilan militer dan menjadikannya berkelanjutan.