Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat tidak akan berlanjut jika Presiden AS Donald Trump terus melontarkan ancaman.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi di tengah proses pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang dihadiri jutaan orang.

>>> Menko Yusril: Perpres 111 Jadi Dasar Pemerintah Tangkal Penyebaran LGBTQ

"Jutaan warga Iran dengan bangga berkumpul dalam persatuan untuk menghormati Ayatollah Agung Khamenei dan warisannya, baik mereka maupun Angkatan Bersenjata kita yang gagah berani tak gentar oleh ancaman apapun," tulis Araghchi di media sosial X.

Dalam unggahan tersebut, Araghchi mengutip poin ke-13 dalam nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara terpisah.

"Negosiasi mengenai kesepakatan akhir tak akan dimulai jika ancaman terus berlanjut. Hormati tanda tangan Anda," lanjut Araghchi.

Komentar itu muncul setelah Trump mengatakan AS akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau kembali menggempur secara brutal negara tersebut.

>>> Komdigi: Tingkat Kesuksesan Registrasi Biometrik Tembus 83 Persen

"Kita bisa merobohkan jembatan mereka dalam satu jam, kita bisa memutus pasokan energi mereka.

Mereka tidak punya uang sekarang," kata Trump kepada awak media di Ruang Oval pada Senin, dikutip Al Jazeera.

Trump berulang kali mengancam Iran bahkan saat prosesi pemakaman Khamenei dimulai, padahal AS telah meneken MoU di awal Juni.

>>> Aturan Baru Konversi Motor Listrik Masih Tahap Draf

MoU tersebut berisi penghentian pertempuran di semua front, tidak melanjutkan peperangan, pencairan aset Iran yang dibekukan AS, hingga menghormati kedaulatan masing-masing.