BI Respons Rupiah Dekati Rp18 Ribu, Sebut Masih Lebih Baik dari Negara Lain
Bank Indonesia (BI) merespons nilai tukar rupiah yang kembali mendekati level Rp18 ribu per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Selasa (7/7) sore, rupiah berada di level Rp17.980 setelah menguat 15 poin atau 0,08 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
>>> Topan Maysak Terjang China, Ribuan Warga Dievakuasi
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan perkembangan rupiah masih tergolong lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang negara lain.
"Rupiah perkembangannya relatively termasuk baik dibandingkan negara emerging market yang lain," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7).
Perbandingan dengan Mata Uang Lain
Merujuk data Bloomberg pada periode 17 Juni hingga 6 Juli 2026, mata uang Rusia melemah 5,5 persen, Chile sekitar 4 persen, Thailand 2,3 persen, sedangkan rupiah melemah 1,4 persen.
Sementara itu, won Korea Selatan melemah 1 persen, peso Filipina sekitar 1 persen, rupee India 0,7 persen, dan yuan China 0,5 persen.
Denny menegaskan BI akan terus melakukan langkah stabilisasi agar nilai tukar rupiah tetap terjaga.
"Bank Indonesia tidak akan tinggal diam.
Bank Indonesia seperti biasa akan all out untuk bagaimana menjaga rupiah itu tetap stabil dengan kecenderungan menguat," ujarnya.
Dia mengatakan BI terus berada di pasar selama 24 jam, baik di pasar luar negeri maupun domestik, melalui intervensi di pasar spot, domestic non-deliverable forward (DNDF), hingga non-deliverable forward (NDF).
>>> Moge Honda Rebel 1100 Dapat Penyegaran Warna Baru di Indonesia
Ia juga mengungkap penyebab rupiah kembali mendekati Rp18 ribu lantaran dipengaruhi sentimen global, terutama setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Juni 2026.
FOMC Federal Reserve (The Fed) sejatinya mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5 persen-3,75 persen, tetapi pelaku pasar justru mencermati sinyal suku bunga berpotensi kembali naik karena sejumlah pejabat The Fed yang memberikan sinyal hawkish.
Update Terbaru
7 Alasan Drama China Road to Success Layak Ditonton
Selasa / 07-07-2026, 22:14 WIB
WhatsApp Luncurkan Meta Business Agent di India untuk Layanan Pelanggan 24/7
Selasa / 07-07-2026, 22:14 WIB
Beats Luncurkan Kabel Woven Power Pink dengan Dukungan Pengisian Daya hingga 240W di India
Selasa / 07-07-2026, 22:13 WIB
4 Sepatu Sekolah Hitam Diskon di Matahari, Hemat hingga Rp260 Ribu
Selasa / 07-07-2026, 22:13 WIB
Sering Tertukar, Ini Perbedaan Air Cooler vs AC Portable: Mana yang Paling Dingin?
Selasa / 07-07-2026, 22:13 WIB
6 Shio Paling Beruntung pada 8 Juli 2026, Hoki Menghampiri Sepanjang Hari
Selasa / 07-07-2026, 22:08 WIB
Tagihan Paylater Warga RI Tembus Rp13 Triliun, Kaum Mendang-Mending Makin Gemar Berutang
Selasa / 07-07-2026, 22:08 WIB
Gerhana Matahari Total 6 Menit Lebih Akan Terjadi pada Agustus 2027
Selasa / 07-07-2026, 22:08 WIB
Raih Proper Emas, MSP Dorong Transformasi Tambang Berkelanjutan
Selasa / 07-07-2026, 22:07 WIB
Ketentuan Sertifikat Pejabat Perbendaharaan: PPK, PPSPM, dan Bendahara
Selasa / 07-07-2026, 22:07 WIB
Sosok Istri Thibaut Courtois yang Jadi Sorotan, Disebut Pernah Dilirik Neymar
Selasa / 07-07-2026, 22:07 WIB
Dari Desa Tanpa Internet, Awais Ahmed Bawa Pixxel Raih Kontrak NASA
Selasa / 07-07-2026, 22:07 WIB
Mantan Developer ESO: Game Ini Danai Proyek Gagal Lain, Kini Timnya Dibubarkan
Selasa / 07-07-2026, 22:01 WIB
UAE Tingkatkan Produksi Minyak Mentah Usai Keluar dari OPEC
Selasa / 07-07-2026, 22:01 WIB







