Awais Ahmed tumbuh di Aldur, sebuah desa di Karnataka, India, tanpa akses internet hingga kelas delapan.

Kini, ia menjadi salah satu pendiri Pixxel, perusahaan teknologi antariksa yang baru saja memenangkan kontrak dari NASA.

>>> Mantan Developer ESO: Game Ini Danai Proyek Gagal Lain, Kini Timnya Dibubarkan

Pixxel mengembangkan satelit hiperspektral yang mampu mendeteksi perubahan lingkungan sebelum terlihat kasat mata. Teknologi ini digunakan untuk memantau kesehatan tanaman, kebocoran pipa, dan polusi air.

Perjalanan dari Desa ke Orbit

Ahmed menghabiskan masa kecilnya membaca ensiklopedia tentang luar angkasa karena internet belum tersedia.

Ia kemudian belajar di BITS Pilani dan bergabung dengan tim satelit mahasiswa yang bekerja sama dengan ISRO.

Ia juga menjadi anggota pendiri dan pimpinan teknik Hyperloop India, salah satu tim finalis dalam SpaceX Hyperloop Pod Competition.

>>> UAE Tingkatkan Produksi Minyak Mentah Usai Keluar dari OPEC

Kontrak NASA dan Pertahanan

NASA memilih Pixxel sebagai salah satu dari delapan perusahaan dalam program Commercial SmallSat Data Acquisition Program On-Ramp1. Kontrak ini memiliki nilai maksimum kumulatif $476 juta hingga November 2028.

Pixxel juga mendapat kontrak tambahan dari National Reconnaissance Office pada Mei 2026 untuk memperluas akses kemampuan penginderaan jarak jauh multi-fenomenologi.

Data hiperspektral Pixxel digunakan untuk pertanian, pemantauan kualitas air, kesehatan hutan, eksplorasi mineral, dan respons bencana.

Perusahaan telah mengumpulkan dana $95 juta dari investor seperti Google, Radical Ventures, dan Lightspeed.

>>> Pengadilan Prancis Perpendek Larangan Pencalonan Marine Le Pen

TIME memasukkan satelit Pixxel dalam Best Inventions of 2023, dan World Economic Forum menobatkannya sebagai Technology Pioneer 2024.