UAE Tingkatkan Produksi Minyak Mentah Usai Keluar dari OPEC
Uni Emirat Arab (UAE) meningkatkan produksi minyak mentahnya di atas 3,8 juta barel per hari pada Juni 2026.
Angka ini merupakan level tertinggi sejak April 2020.
>>> Pengadilan Prancis Perpendek Larangan Pencalonan Marine Le Pen
Langkah ini diambil setelah UAE resmi keluar dari OPEC pada 1 Mei 2026 untuk melepaskan diri dari pembatasan pasokan yang diberlakukan organisasi tersebut.
Berdasarkan data dari Reuters dan Bloomberg, lonjakan pasokan ini memungkinkan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) menawarkan minyak mentah dengan harga diskon melalui tender.
Hal ini menarik minat baru dari kilang independen China dan pembeli dari California.
Menteri Energi UAE, Suhail al-Mazrouei, saat pengumuman keluar dari OPEC menyatakan bahwa negaranya perlu memasok pasar global dan mendukung investasi produksinya.
Ia menegaskan bahwa UAE akan berproduksi "tanpa pembatasan".
Data pelacakan kapal dari Kpler dan Vortexa menunjukkan bahwa ekspor minyak mentah dan kondensat dari Teluk secara keseluruhan meningkat lebih dari 3,5 juta barel per hari sejak Mei.
Namun, produksi regional masih di bawah level sebelum konflik.
>>> Kulit Sensitif Sering Diabaikan, Padahal Bisa Pengaruhi Kualitas Hidup
Analis minyak senior Kpler, Johannes Rauball, menjelaskan bahwa beberapa perkembangan regional memungkinkan peningkatan volume ekspor dari UAE.
"Kenaikan ini dapat dikaitkan dengan berbagai faktor, termasuk dimulainya kembali aliran melalui Selat Hormuz yang membantu membebaskan kapal-kapal yang terjebak," ujarnya.
Rauball menambahkan bahwa peningkatan produksi domestik dengan cepat mendekati baseline operasional sebelumnya, bersamaan dengan penurunan stok.
"Pada saat yang sama, kami mengamati peningkatan pasokan dari UAE yang diperkirakan mendekati level sebelum perang," katanya.
Analis pasar dari Sparta mencatat bahwa ketersediaan barel minyak yang luas menciptakan ketidaksesuaian pasokan sementara.
Hal ini menarik pembeli non-konvensional yang mencari alternatif kompetitif dari minyak Rusia dan Iran. "Mini-glut," sebut June Goh, analis pasar minyak senior Sparta.
Untuk mengamankan pengiriman maritim selama ketegangan regional baru-baru ini, sumber perdagangan lokal melaporkan bahwa ADNOC menggunakan operasi armada khusus untuk meminimalkan risiko keamanan.
>>> Kacamatamoo Group Perkuat Ekosistem Vision Care dan Kemitraan
Sumber menyebutnya sebagai "kapal gelap" dalam operasi pengiriman ADNOC.
Update Terbaru
Qubo Hadirkan AI Guard untuk Kamera Keamanan dan Luncurkan Dashcam Pro 2K
Selasa / 07-07-2026, 23:08 WIB
10 Sepatu Lari Diadora Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
Selasa / 07-07-2026, 23:08 WIB
Beda Micellar Water dan Milk Cleanser, Mana yang Harus Dipilih?
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
On Squad Race Debut di Jakarta, Lomba Estafet Urban Satukan Komunitas Pelari
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
Usai Divonis Mahkamah Malaysia, Dua Nakhoda Nelayan RI Segera Dipulangkan ke Batam
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
KPK Awasi Program MBG, BGN Tindaklanjuti 10 Temuan
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
Taylor Swift Menang Gugatan Hak Cipta dari Penyair Kimberly Marasco
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
Kejar Setoran Pajak, Menkeu Ancam Rumahkan Pegawai DJP Berkinerja Buruk
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
Prabowo Ungkap Hasil Tes DNA: Saya Punya DNA India
Selasa / 07-07-2026, 22:33 WIB
Seattle Akhiri Tuan Rumah Piala Dunia di Tengah Eliminasi AS
Selasa / 07-07-2026, 22:28 WIB
Kapolda Banten: Belum Ada Unsur Pidana di Kebakaran TPA Jatiwaringin
Selasa / 07-07-2026, 22:28 WIB
Apa Salah Ronaldo hingga Portugal Kandas di Piala Dunia 2026?
Selasa / 07-07-2026, 22:28 WIB
Donovan Mitchell Teken Perpanjangan Kontrak Rp4,3 Triliun dengan Cavaliers
Selasa / 07-07-2026, 22:23 WIB
Kasatgas Tinjau Jalan Werlah di Bener Meriah, Siapkan Jalur Alternatif
Selasa / 07-07-2026, 22:23 WIB







