"Sinyal hawkish itu mengindikasikan bagaimana suku bunga Fed Fund Rate di masa-masa yang akan datang, terutama tahun ini, yang memang probability-nya adalah tidak lagi turun tetapi akan naik," kata Denny.

Menurut dia, sinyal tersebut mendorong penguatan indeks dolar AS (DXY) secara signifikan.

Indeks DXY yang pada Januari 2026 masih berada di level 95, meningkat menjadi 101 pada akhir Juni. Level tersebut merupakan yang tertinggi dalam satu tahun terakhir.

"Kombinasi signal hawkish pejabat The Fed dan juga naiknya DXY pada level tertinggi dalam satu tahun terakhir inilah yang membuat nilai tukar sejumlah negara itu melemah terhadap USD," ujar Denny.

Menanggapi pertanyaan mengenai pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo yang sebelumnya memperkirakan rupiah menguat pada Juli hingga Agustus, Ramdan menegaskan kondisi pasar keuangan bersifat dinamis.

"Perkembangannya tidak statis. Perkembangannya lebih dinamis.

>>> Bea Cukai Jatim Hormati Proses Hukum Penggeledahan Kortastipidkor

Oleh karena itu tadi saya sampaikan sinyal hawkish dari The Fed itu muncul di tanggal 17 Juni 2026," ujar Denny.