Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Jepang, Rahm Emanuel, bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog di Yerusalem pada Selasa, 7 Juli 2026.

Pertemuan tingkat tinggi di Kediaman Presiden itu membahas hubungan bilateral strategis dan prospek kesepakatan bersejarah mengenai masa depan Israel-Palestina.

>>> Indonesia Pamer Strategi Industri Baru di INNOPROM 2026 untuk Gaet Investor Eurasia

Pembahasan juga mencakup kerja sama internasional dan kemitraan abadi antara Amerika Serikat dan Israel. Pertemuan ini bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.

Dukungan Bipartisan untuk Aliansi AS-Israel

Presiden Herzog memuji Emanuel dan menekankan pentingnya mempertahankan dukungan bipartisan yang luas dari AS untuk aliansi kedua negara.

"Saya dengan senang hati menjadi tuan rumah bagi Rahm Emanuel hari ini di Kediaman Presiden di Yerusalem," kata Herzog.

"Saya mengucapkan selamat kepadanya dan rakyat Amerika atas peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat."

Herzog menegaskan bahwa kerja sama tersebut secara langsung memperkuat stabilitas kedua negara.

"Dalam percakapan kami, saya menekankan pentingnya menjaga dukungan luas dari kedua sisi peta politik di Amerika Serikat untuk hubungan istimewa antara Israel dan Amerika Serikat," ujarnya.

>>> KPK: Amplop Bupati Kuansing ke Raja Juli Berisi Dolar Singapura

Emanuel, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Gedung Putih dan Wali Kota Chicago, memuji kepemimpinan Herzog dan komitmennya terhadap aliansi AS-Israel.

"Saya sudah mengenalnya bertahun-tahun, dan dia adalah pria yang berpegang pada nilai dan prinsip, yang sangat mementingkan aliansi antara Israel dan Amerika Serikat," kata Emanuel.

Mantan duta besar itu memperingatkan agar tidak mengandalkan metodologi diplomatik usang yang sebelumnya gagal memberikan hasil positif bagi kedua belah pihak.

"Keamanan maupun perdamaian tidak dapat dibangun di atas saling menyalahkan atau mengulangi kegagalan masa lalu," tegas Emanuel.

Emanuel menutup dengan menguraikan kerangka kerja yang mengintegrasikan stabilitas regional, keamanan Israel, dan hak menentukan nasib sendiri Palestina ke dalam satu jalur ke depan.

"Aspirasi dunia Arab akan stabilitas regional, kebutuhan Israel akan keamanan, dan aspirasi rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dapat diintegrasikan dalam kerangka kesepakatan bersejarah," kata Emanuel.

>>> Megawati Dikabarkan Hadiri Uji Coba Timnas Voli Putri vs Korea

"Inilah jalan ke depan, jalan yang menghormati aspirasi dan kepentingan semua pihak, sambil menuntut tanggung jawab dari semua pihak."