Para pemimpin negara anggota NATO berkumpul di Ankara pada Selasa (15/4) untuk menghadiri pertemuan puncak dua hari guna membahas target belanja pertahanan di tengah meningkatnya ketegangan transatlantik.

Pertemuan 32 negara anggota ini berlangsung setelah periode enam bulan yang penuh gejolak, ditandai dengan perselisihan dengan Amerika Serikat terkait Iran dan Greenland.

>>> Belgium Kalahkan AS dan Ejek Donald Trump di Piala Dunia

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mendesak seluruh anggota aliansi untuk menyajikan strategi yang jelas dalam memenuhi kewajiban keuangan pertahanan mereka.

"Presiden Trump sepenuhnya mengharapkan semua sekutu segera melangkah dan menuju ke angka 5% serta melakukannya dengan urgensi," ujar Rutte.

Rutte sebelumnya menekankan pentingnya hasil nyata saat kunjungan resmi ke London. "Ini bukan tentang menyenangkan siapa pun, ini tentang memberikan hasil," katanya.

Ia juga menjelaskan ekspektasi kepemimpinan Amerika terhadap komitmen yang dibuat aliansi. "Dan yang diharapkan Donald Trump, tentu saja, adalah hasil nyata," tambah Rutte.

Untuk membantah tuduhan bahwa Eropa hanya menumpang, negara-negara anggota NATO berencana mengumumkan kontrak senjata baru senilai miliaran dolar dan mengalokasikan bantuan militer simbolis sebesar €70 miliar untuk Ukraina.

Aliansi ini berupaya memenuhi kesepakatan sebelumnya di mana anggota Eropa dan Kanada berjanji meningkatkan belanja pertahanan hingga 5% dari produk domestik bruto mereka.

Presiden AS Donald Trump mengkritik distribusi keuangan saat ini dalam aliansi melalui platform Truth Social miliknya.

"Konyol bagi AS untuk terus melanjutkan jalur sepihak ini ketika hubungan tidak timbal balik," tulis Trump.

Hubungan semakin tegang sejak Trump mengancam akan mengambil alih Greenland dari Denmark dan tidak berkonsultasi dengan pemimpin Eropa mengenai serangan militer ke Iran.