Tim nasional Amerika Serikat (USMNT) harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia setelah dikalahkan Belgia dengan skor 4-1 pada babak 16 besar.

Pertandingan yang berlangsung sengit itu diwarnai kontroversi terkait pencabutan larangan bermain Folarin Balogun, namun manajer Mauricio Pochettino menegaskan hal itu tidak mempengaruhi hasil akhir.

>>> Kursi Pesawat Paling Aman dari Virus: Dekat Jendela dan Belakang

Balogun, yang awalnya harus menjalani skorsing kartu merah, akhirnya diturunkan sebagai starter setelah upaya hukum dari Federasi Sepak Bola AS dan pemerintahan Donald Trump.

Meski demikian, penampilan striker Monaco itu dinilai biasa saja. Ia hanya berperan dalam pelanggaran yang menghasilkan gol tunggal AS melalui tendangan bebas Malik Tillman.

Pochettino Frustrasi dengan Kritik

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Pochettino mengungkapkan kekecewaannya terhadap kritik yang dialamatkan kepada federasi.

"Saya sangat frustrasi dan kecewa dengan orang-orang yang seharusnya memahami situasi ini," ujar Pochettino.

Ia menambahkan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas sebagai pelatih dan menggunakan pemain yang tersedia sesuai aturan FIFA.

Pochettino juga menyayangkan adanya campur tangan politik dan manipulasi dalam masalah ini.

Balogun Akui Belgia Lebih Baik

Balogun sendiri menerima keputusan awal terkait kartu merah, dan juga menerima keputusan pencabutan larangan tersebut.

"Saya menerima keputusan saat diberi kartu merah, dan saya juga menerima keputusan saat diberi tahu bisa bermain," kata Balogun.

Ia mengakui bahwa Belgia adalah tim yang lebih baik pada pertandingan tersebut. "Hari ini kami tidak bermain bagus," tambahnya.

>>> Prabowo Terima Kunjungan Tony Blair di Kertanegara, Bahas Situasi Global

Kartu merah Balogun terjadi setelah ia secara tidak sengaja menginjak lawan saat melawan Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar.