Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu perhatian setelah ia menyoroti keputusan wasit Raphael Claus dalam laga Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat melawan Bosnia pada 2 Juli lalu. Trump menilai kartu merah yang diterima penyerang Folarin Balogun merupakan keputusan yang keliru dan patut dipertanyakan.

Raphael Claus, wasit asal Brasil yang memimpin pertandingan tersebut, mendapat pembelaan langsung dari FIFA di tengah sorotan yang berkembang setelah pertandingan.

>>> Mulai 15 Juli, WNI ke Vietnam Tak Lagi Bebas Visa 30 Hari, Kini Hanya 14 Hari

FIFA Tegaskan Kepercayaan Penuh kepada Raphael Claus

Kepala Bidang Perwasitan FIFA sekaligus Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan Claus merupakan salah satu perangkat pertandingan yang memiliki rekam jejak profesional.

Menurut Collina, Claus kembali dipercaya memimpin pertandingan di Piala Dunia setelah sebelumnya bertugas pada edisi 2022 di Qatar.

"Raphael Claus memimpin pertandingan di Piala Dunia FIFA keduanya, setelah sebelumnya bertugas bersama kami di Qatar pada tahun 2022," ujar Collina dalam pernyataan tertulis.

"Dia adalah wasit berpengalaman dan sangat dihormati, dan kami menaruh kepercayaan penuh kepadanya sebagai petugas pertandingan yang terpercaya," lanjutnya.

Trump Minta FIFA Meninjau Kartu Merah Balogun

Kontroversi bermula ketika Claus mengeluarkan kartu merah kepada Folarin Balogun. Keputusan tersebut kemudian mendorong Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino agar insiden itu ditinjau kembali.

Trump juga meminta agar hukuman larangan bermain satu pertandingan terhadap striker timnas Amerika Serikat tidak langsung diberlakukan sebelum proses peninjauan selesai.

FIFA kemudian menunda pelaksanaan sanksi tersebut sehingga Balogun tetap dapat memperkuat Amerika Serikat pada laga babak 16 besar menghadapi Belgia di Seattle, Senin, 6 Juli 2026.