Koalisi Serikat Pekerja bersama Partai Buruh (KSP-PB) menjadwalkan aksi mendatangi kantor PT ByteDance atau TikTok di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/7/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebut berdampak pada sekitar 1.250 karyawan Tokopedia.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengatakan dirinya akan datang langsung ke kantor manajemen TikTok meski tidak menerima undangan resmi untuk berdialog. Ia bahkan mengaku siap menunggu di depan kantor apabila tidak diperkenankan masuk.

"Besok saya mau ke TikTok. Saya enggak peduli diundang, enggak diundang, saya datang. Besok saya mau datang, kalau teman-teman mau ikut, silakan, kita datang ke PT Bytedance besok jam 10 pagi," kata Said usai konferensi pers di Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).

Said yang juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh menyebut hingga kini belum memperoleh penjelasan maupun ajakan berdiskusi terkait kebijakan PHK tersebut.

Ia menegaskan tetap akan meminta audiensi dengan manajemen perusahaan. Jika permintaan itu ditolak, ia memilih bertahan di lokasi sebagai bentuk protes.

"Saya mau datang ke kantor manajemennya. Kalau enggak dibukain pintu, ya saya berdiri di depan pintu TikTok gitu aja, pusing amat. Yang penting negara harus hadir membela yang di-PHK," ujarnya.

>>> 7 Langkah Mencukur Bulu Ketiak yang Benar, Hasil Mulus Tanpa Iritasi

Tuntut Hak Pekerja Dipenuhi

Menurut Said, TikTok memiliki tanggung jawab terhadap para pekerja Tokopedia setelah perusahaan tersebut resmi berada di bawah ByteDance melalui akuisisi mayoritas saham pada 2024.

Ia meminta seluruh hak pekerja yang terkena PHK dipenuhi, mulai dari upah, status hubungan kerja, pesangon hingga uang penghargaan masa kerja.