Kemenperin: Pelemahan Rupiah Belum Tekan Industri Tekstil Nasional
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menilai pelemahan nilai tukar rupiah belum memberikan tekanan signifikan terhadap industri tekstil nasional.
Pernyataan itu disampaikan saat ia mengunjungi PT Gajah Angkasa Perkasa di Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (11/6/2026).
>>> Summarecon Agung Berharap Insentif PPN DTP Berlanjut Tahun Ini
Faisol mengatakan, sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri masih menunjukkan resiliensi tinggi terhadap dinamika ekonomi global.
"Belakangan banyak isu bahwa kenaikan mata uang asing dan penekanan rupiah seolah-olah pengaruhnya besar pada industri. Tapi kita tahu justru sekarang sektor-sektor tertentu mengalami panen peluang," ujar Faisol.
Ia menambahkan, daya tahan industri domestik terbukti kokoh dalam menghadapi situasi geopolitik global yang tidak menentu.
"Kelihatan bahwa industri kita punya fundamental yang baik dan hampir tidak terpengaruh oleh lemahnya atau tidak stabilnya nilai tukar rupiah maupun pasar modal," kata Faisol.
Dukungan Pemerintah dan Pengawasan Kepabeanan
Faisol mengapresiasi pelaku usaha yang berhasil menembus pasar luar negeri dengan produk kompetitif.
>>> Aturan Potongan Komisi Perpres Ojol Belum Terlaksana di Lapangan
"Kita bisa bersaing dengan harga tekstil yang diproduksi negara lain bahkan dengan harga di pasar. Ini membanggakan," ujarnya.
Pemerintah juga mengoptimalkan pengawasan kepabeanan untuk membatasi produk asing ilegal yang merusak harga pasar.
"Presiden sudah memerintahkan agar bea cukai jadi kekuatan ekonomi kita, dengan membatasi barang ilegal, tidak memenuhi standar, dan barang yang merusak pasar dalam negeri," kata Faisol.
Sementara itu, Direktur Gajah Group Dedy Zein menyatakan komitmen perusahaannya untuk meningkatkan volume produksi guna memenuhi permintaan global dan domestik.
"Kami berharap ke depannya bisa mengekspor bahan jadi, specialty menjadi uniform militer dan pemerintah di negara lain," ujar Dedy.
>>> DPR dan Pemerintah Sahkan KEM-PPKF RAPBN 2027, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,8-6,5 Persen
Saat ini, pabrik tersebut mampu memproduksi kain dan garmen hingga 3 juta meter per bulan dengan tingkat komponen dalam negeri mencapai 85 persen.
Update Terbaru
Daftar Selebriti Korea yang Putus Setelah Pacaran Lama
Kamis / 11-06-2026, 20:36 WIB
Cara Mengaktifkan Kembali Kartu BPJS Kesehatan PBI yang Dinonaktifkan
Kamis / 11-06-2026, 20:33 WIB
Volkswagen Kritik Kebijakan Larangan Mobil Bensin di Berbagai Negara
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Manchester United Kesulitan Jual Andre Onana karena Gaji Tinggi
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Studi Sun Life: 80% Masyarakat Tertekan Biaya Hidup, Ketahanan Finansial Belum Merata
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Menteri Keuangan Respons Ajakan Boikot Pertamax ke Pertalite di Medsos
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Trump Ancam Serang Iran dan Kuasai Industri Minyak
Kamis / 11-06-2026, 20:31 WIB
Nova Arianto Langsung Turunkan Mathew Baker Sejak Awal Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Chevrolet Gunakan AI untuk Desain C9 Corvette, Tapi Bukan yang Ini
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Nova Arianto Turunkan Mathew Baker sebagai Starter Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Pasar Obligasi Korporasi Dinilai Lebih Menguntungkan Investor
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB
Pemerintah Antisipasi Peralihan Konsumen dari Pertamax ke Pertalite
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB
QJMotor Indonesia Luncurkan Program Trip Eksklusif ke China di PRJ 2026
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB
Nova Arianto Turunkan Mathew Baker sebagai Starter Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB






