Zona Nyaman Frekuensi Buang Air Besar

Sisi frekuensi berasal dari Institute for Systems Biology, yang timnya menganalisis data klinis, gaya hidup, dan molekuler dari lebih dari 1.400 orang dewasa yang umumnya sehat.

Para peneliti menemukan bahwa bakteri usus pemfermentasi serat, jenis yang biasanya terkait dengan kesehatan yang baik, tampak berkembang pada orang yang buang air besar satu hingga dua kali sehari.

Partisipan dikelompokkan menjadi empat kategori: sembelit (satu atau dua kali seminggu), rendah-normal (tiga hingga enam kali seminggu), tinggi-normal (satu hingga tiga kali sehari), dan diare.

>>> Real Madrid Resmi Rekrut Ibrahima Konate secara Gratis dari Liverpool

Mekanismenya intuitif: ketika tinja terlalu lama berada di usus, mikroba kehabisan serat dan mulai memfermentasi protein, menghasilkan senyawa seperti p-cresol sulfate dan indoxyl sulfate.

Bahkan pada orang sehat, sembelit dikaitkan dengan kadar senyawa ini yang lebih tinggi dalam darah, yang diketahui membebani ginjal.

Di sisi ekstrem lainnya, diare yang sering menunjukkan tanda kimia peradangan dan ketegangan hati, sebagian karena tubuh kehilangan asam empedu yang biasanya didaur ulang oleh hati.

Para penulis berhati-hati menyebut ini sebagai hasil awal yang bersifat asosiatif pada kelompok sehat, bukan bukti bahwa memperbaiki jadwal mencegah penyakit.

Uji klinis jangka panjang diperlukan untuk menguji hal itu secara langsung.

Perlu dicatat juga bahwa gambaran ini tidak bulat: dalam studi besar Nurses' Health Study di AS, wanita yang buang air besar lebih dari sekali sehari tidak menunjukkan keunggulan, pengingat bahwa kisaran "ideal" masih terus dipetakan.

Kebiasaan yang Sama pada Orang di Zona Nyaman

Pelajaran paling praktis bukanlah angka yang harus dicapai, melainkan pola gaya hidup.