Kenali Gejala Kanker Usus Besar dan Cara Deteksi Dininya
Kanker usus besar merupakan pertumbuhan sel abnormal yang dimulai di bagian usus besar, organ terakhir dari sistem pencernaan.
Penyakit ini biasanya menyerang orang dewasa di atas 50 tahun, namun kini semakin banyak ditemukan pada usia muda.
>>> Timnas Spanyol Uji Coba Lawan Peru di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026
Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain sembelit atau diare yang sering, kelelahan, kram perut, nyeri, dan perut kembung.
Selain itu, adanya darah dalam tinja, gas berlebih, serta penurunan berat badan tanpa sebab juga menjadi tanda peringatan.
Penderita sering merasa tidak nyaman saat buang air besar, seperti sensasi tidak bisa mengosongkan usus sepenuhnya.
Penyebab dan Faktor Risiko
Kanker usus besar dipicu oleh mutasi genetik yang mengubah sel sehat menjadi sel kanker.
Sel-sel tersebut kemudian membelah dan membentuk polip, yaitu jaringan abnormal yang tumbuh di permukaan selaput lendir usus.
Seiring waktu, kanker dapat menembus lapisan otot dan dinding usus besar.
Faktor risiko meliputi usia di atas 50 tahun, riwayat keluarga dengan polip atau kanker usus besar, obesitas, dan konsumsi alkohol.
Dokter spesialis gizi klinik dr Juwita Surapsari, MGizi, SpGK menyatakan bahwa kurangnya asupan serat dan vitamin, terutama vitamin C, dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.
>>> Harga Emas Antam di Pegadaian 9 Juni 2026 Naik Rp5.000 per Gram
Serat makanan yang tidak terpenuhi membuat tubuh rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk kanker usus besar.
Spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi Dr dr Andhika Rachman SpPD-KHOM menambahkan bahwa pola makan sehat dan seimbang dapat melindungi tubuh.
Makanan tinggi serat seperti buah, sayur, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan sangat baik untuk kesehatan usus.
Ia juga mengingatkan untuk membatasi konsumsi daging merah dan makanan olahan tinggi, karena dapat menjadi faktor risiko terutama jika dikombinasikan dengan diet rendah serat.
Metode Deteksi Dini
Deteksi dini kanker usus besar dapat dilakukan melalui beberapa pemeriksaan.
Salah satunya adalah Fecal Occult Blood Test (FOBT) yang mendeteksi jejak darah tersembunyi dalam tinja pada tahap awal tanpa gejala.
Jika ditemukan darah, biasanya dilanjutkan dengan kolonoskopi menggunakan tabung fleksibel berkamera untuk melihat langsung ke dalam usus.
>>> Mensesneg Tanggapi Ultimatum BEM SI soal Ekonomi: Tak Semua Bisa Instan
Pemeriksaan lain adalah sigmoidoskopi yang hanya memeriksa bagian bawah usus, tempat kanker lebih sering berkembang.
Update Terbaru
Kejutan, Justin Hubner Masuk Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF
Jumat / 24-07-2026, 19:59 WIB
Kebakaran Hutan Meluas, Spanyol Umumkan Darurat Nasional
Jumat / 24-07-2026, 19:59 WIB
Waketum MUI Peringatkan Koruptor soal Azab dan Siksa Pedih Neraka
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
Setelah 22 Tahun, Sandara Park Akhirnya Ciptakan Musik Sendiri
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
VW Sempat Kaji Mesin Bensin untuk ID. Buzz, Tapi Tak Muat
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
Ketum MUI Usulkan Pembentukan Danantara Syariah Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
Efek Juara Piala Dunia, Spanyol Ramai Diserbu Turis China
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
Polri Buka Suara soal Pelibatan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
KPK Terima Surat Kejagung untuk Supervisi Kasus Febrie Adriansyah
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
Media Vietnam Bantah Klaim Herdman soal Jumlah Pemain Naturalisasi
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
Perang AS vs Iran 5 Bulan, Trump Makin Frustrasi
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
Ekspansi Netflix ke Iklan dan Olahraga Langsung Dinilai Bisa Melemahkan Merek
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
Bukan Cuma Soal Injeksi, Ini Rahasia di Balik Hasil Perawatan Estetika yang Terlihat Natural
Jumat / 24-07-2026, 19:42 WIB
Sule Bersyukur Adzam Dekat dengan Suami Baru Nathalie
Jumat / 24-07-2026, 19:39 WIB







