Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas memberikan peringatan keras kepada para pelaku korupsi di Indonesia.

Ia mengingatkan betapa mengerikannya azab dan siksaan neraka yang menanti para koruptor di akhirat kelak.

>>> Ketum MUI Usulkan Pembentukan Danantara Syariah Indonesia

Beberapa siksaan yang disebutkan antara lain memikul harta hasil curian hingga sandal api yang membuat otak mendidih.

Buya Anwar menegaskan korupsi atau ghulul merupakan perbuatan zalim dan dosa besar yang sangat dicela dalam Islam.

Tindakan mengambil harta yang bukan haknya secara batil tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mengundang murka Allah SWT.

"Untuk itu, supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari dan terhindar dari peristiwa buruk tersebut, MUI mengimbau kepada semua koruptor, baik yang sudah ditangkap maupun yang belum ditangkap, supaya bertobatlah," ujar Anwar di Jakarta, Jumat (23/7).

Dalil Alquran dan Hadis

Dalam perenungannya, Anwar membeberkan sejumlah dalil shahih dan ayat Alquran untuk menggugah nurani para koruptor.

Ia menyebut kerasnya azab bagi orang zalim yang melakukan korupsi ditegaskan dalam Alquran Surah Al-Kahf ayat 29.

Allah SWT telah menyediakan neraka yang gejolak apinya mengepung orang zalim. Jika mereka meminta pertolongan karena kehausan, mereka diberi minuman berupa cairan besi mendidih yang menghanguskan wajah.

Anwar juga menekankan bahwa hak atas suatu harta akan gugur secara otomatis jika didapat melalui cara yang haram.

Ia menyinggung hadis riwayat Imam Muslim mengenai tingkatan siksaan di neraka yang sangat dahsyat.

Siksa paling ringan bagi penduduk neraka adalah dipasangkan dua sandal dari api yang panasnya sanggup membuat otak seseorang mendidih seperti air di dalam kuali.