Buya Anwar menerangkan hadis Rasulullah SAW yang menggambarkan pelaku korupsi akan datang pada hari kiamat dengan memikul sendiri harta yang dikorupsinya di atas pundak.

>>> Efek Juara Piala Dunia, Spanyol Ramai Diserbu Turis China

Setelah itu, malaikat akan mencampakkannya ke dalam kobaran api neraka.

"Barang siapa yang kami pekerjakan untuk mengurus suatu urusan, lalu ia menyembunyikan dari kami sebuah jarum atau yang lebih kecil dari itu, maka itu adalah perbuatan ghulul (khianat/korupsi) yang akan ia bawa pada hari Kiamat," tutur Buya Anwar mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Rasulullah SAW pernah menegaskan seseorang yang menyembunyikan sehelai kain saja dari harta publik akan mendapati kain tersebut berubah menjadi api yang membakar dirinya di dalam neraka.

Oleh sebab itu, jalan satu-satunya bagi para koruptor untuk selamat dari ancaman neraka adalah dengan bertobat secara sungguh-sungguh (nasuha).

"Caranya, minta ampunlah kepada Allah SWT dengan bersungguh-sungguh dan kembalikan semua harta yang dikorupsi tersebut kepada yang berhak memilikinya.

Lalu berjanjilah kepada Tuhan dan diri sendiri untuk tidak mengulanginya," kata Anwar.

Sebagai informasi, mulai Jumat ini hingga tiga hari ke depan, MUI menggelar Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta.

Presiden RI Prabowo Subianto semula dijadwalkan membuka kongres tersebut, namun berdasarkan pantauan di lokasi, yang bersangkutan tak hadir.

"Pada acara itu nanti akan dibuka oleh Presiden, yaitu pada tanggal 24 Juli kira-kira jam 16.00 WIB," kata Wakil Ketua Umum MUI sekaligus Ketua Steering Committee (SC) Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII KH Marsudi Syuhud.

Marsudi menyebut kegiatan itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum dialog kritis dan strategis untuk menyumbang gagasan nyata kepada pemerintah.

>>> Polri Buka Suara soal Pelibatan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak

Beberapa topik yang akan dibahas antara lain hukuman untuk koruptor, persoalan tambang, dan fenomena LGBTQ.