Windrose Technology, startup truk listrik yang bercita-cita menyaingi Tesla Semi, dilaporkan mengalami masalah keuangan dan operasional.

Dua mantan karyawan mengklaim perusahaan gagal membayar upah mereka dan satu unit truk mahal hilang.

>>> Pagani Huayra 70 Derecho: Roadster V12 Manual untuk Rayakan 70 Tahun Horacio

Menurut laporan Wall Street Journal, pendiri sekaligus CEO Windrose, Wen Han, disebut kehilangan jejak salah satu truk perusahaan awal tahun ini.

Dua mantan karyawan yang dipecat pada Januari, Travis Waite dan Harold Keller, menolak membantu Han menemukan truk tersebut hingga mereka menerima $91.000 dalam bentuk upah dan tunjangan yang belum dibayar.

Hingga Juli, mereka mengaku belum menerima pembayaran dan truk tersebut belum ditemukan. Han membantah jumlah yang diklaim Waite dan Keller, menyebutnya "tidak berdasar."

Masalah Penggajian dan Ekspansi

Han mengakui bahwa ia "terlalu cepat dan agresif dalam merekrut" demi memperluas perusahaan.

Ia juga mengakui adanya masalah penggajian, namun bersikeras bahwa Windrose memiliki dana untuk mendukung ambisi ekspansi globalnya.

Windrose berencana go public melalui merger dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus (SPAC) akhir tahun ini.

Perusahaan mengirimkan truk listrik pertamanya pada akhir 2024 dan saat ini memiliki 36 truk yang beroperasi di seluruh dunia.

Han mengklaim truk mereka memiliki jarak tempuh dua kali lipat dibandingkan truk listrik Volvo dan Daimler, dengan biaya yang jauh lebih rendah.

>>> Toyota Nilai PHEV Belum Siap untuk Truk Berat Seperti Hilux

Hal ini dimungkinkan karena menggunakan kontraktor manufaktur di China, kemudian dikirim ke mitra regional untuk perakitan lokal.

Di tengah ekspansi, Han disebut mensponsori tim basket di dekat kantor pusat Belgia, menjanjikan $15 juta ke Stanford University setelah Windrose go public, dan memiliki fasilitas di California serta Georgia yang siap memulai perakitan lokal.