Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara ke Iran pada Selasa (7/7), di tengah masa gencatan senjata yang baru saja disepakati kedua negara.

Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan rentetan ledakan terdengar di wilayah selatan Iran dekat Selat Hormuz.

>>> Pendaftaran Tes Akademik SMA Dimajukan, Mulai 27 Juli

Sebanyak 13 ledakan dilaporkan terjadi di kota pelabuhan Bandar Abbas dan Sirik, serta di Pulau Qeshm.

Proyektil menghantam sebuah dermaga komersial di Sirik, dermaga nelayan di Desa Ziarat, serta kapal-kapal nelayan sipil di Bandar Abbas.

IRIB juga melaporkan sebuah menara telekomunikasi di Bandar Abbas diduga menjadi sasaran serangan.

Gubernur Provinsi Hormozgan menyatakan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dari kalangan sipil.

>>> Mengenal PT PMMP Milik Kaesang yang Terlilit Utang Rp2,8 Triliun

Enam ledakan terdengar di Pulau Qeshm, pulau terbesar di sekitar Selat Hormuz yang memiliki arti strategis bagi kendali Iran atas selat tersebut.

Sedikitnya tujuh ledakan terdengar di kawasan Pelabuhan Sirik, yang juga mengawasi Selat Hormuz dan menjadi titik utama penopang kendali Iran.

Pusat Komando Militer AS (CENTCOM) menyatakan serangan ini sebagai respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz.

CENTCOM menegaskan agresi Iran tidak dapat dibenarkan dan merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata.

>>> Daftar 8 Tim Tersingkir di 16 Besar Piala Dunia 2026

Iran menegaskan AS telah melanggar perjanjian MoU dan mewanti-wanti akan merespons serangan ini.