Pakar Ungkap Penyebab Kunang-kunang Semakin Langka
Kunang-kunang yang dulu mudah ditemui kini semakin jarang terlihat. Pakar menyebut fenomena ini sebagai indikator menurunnya kualitas lingkungan.
Dosen dan peneliti entomologi dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Upik Kesumawati Hadi, menjelaskan bahwa kunang-kunang merupakan bioindikator.
>>> Danantara Merger Empat BUMN Manajemen Investasi, Bakal Jadi Terbesar
Keberadaan atau ketidakhadirannya mencerminkan kesehatan suatu ekosistem.
"Ketika kualitas lingkungan memburuk, populasinya akan cepat menyusut bahkan menghilang," kata Upik dalam keterangannya, Sabtu (20/6), dikutip dari situs resmi IPB University.
Penurunan populasi kunang-kunang tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan menjadi fenomena global.
Data International Union for Conservation of Nature (IUCN) menunjukkan sekitar 11-20 persen spesies kunang-kunang yang telah dievaluasi berada dalam kondisi terancam.
Beberapa spesies khas Asia Tenggara yang hidup di kawasan mangrove Indonesia, Malaysia, dan Thailand bahkan telah masuk kategori rentan.
Di Indonesia, berbagai kajian entomologi menunjukkan populasi kunang-kunang mengalami penurunan drastis, terutama di wilayah perkotaan.
Menurut Upik, kerusakan habitat menjadi faktor utama penyebab menurunnya populasi kunang-kunang.
Alih fungsi lahan hijau, rawa, dan persawahan menjadi kawasan permukiman maupun industri menghilangkan tempat hidup larva yang membutuhkan tanah lembap untuk berkembang.
>>> Serangan Baru AS, Presiden Iran Langsung Pulang dari Irak ke Teheran
Polusi Cahaya dan Faktor Lain
Selain kerusakan habitat, polusi cahaya akibat lampu LED yang terlalu terang juga mengganggu proses perkawinan kunang-kunang.
Cahaya buatan membuat kunang-kunang jantan kesulitan mendeteksi sinyal cahaya dari betina sehingga gagal bereproduksi.
Faktor lain yang turut berperan antara lain penggunaan insektisida kimia, perubahan iklim yang memicu kekeringan, semenisasi saluran irigasi, serta urbanisasi yang semakin masif.
Update Terbaru
Jadwal Bioskop Trans TV 8 - 12 Juli 2026
Rabu / 08-07-2026, 10:07 WIB
Rating TV Nasional Terbaru per Rabu, 8 Juli 2026: D'Academy 8 Pimpin, Sinetron Masih Kuasai Prime Time
Rabu / 08-07-2026, 10:04 WIB
Tak Mau Bergantung Huawei-Nvidia, DeepSeek Bikin Chip AI Sendiri
Rabu / 08-07-2026, 09:48 WIB
Messi Sebut Laga Argentina vs Mesir Gila Usai Menang Dramatis
Rabu / 08-07-2026, 09:48 WIB
Ini Poin-poin Tuntutan Buruh dalam RUU Ketenagakerjaan Baru
Rabu / 08-07-2026, 09:48 WIB
7 Bahaya Duduk Terlalu Lama: Obesitas hingga Picu Kanker
Rabu / 08-07-2026, 09:43 WIB
Nascimento Puji Timnas Indonesia U-17 Usai Bantai Malaysia 3-0
Rabu / 08-07-2026, 09:43 WIB
AS Serang Iran Lagi, Belasan Pesawat Militer 'Kepung' Selat Hormuz
Rabu / 08-07-2026, 09:43 WIB
Kementerian HAM Nilai Belum Perlu Tim Investigasi untuk Penembakan di Papua
Rabu / 08-07-2026, 09:43 WIB
Enzo Fernandez Akui Sudah Mendambakan Gol Penentu Kemenangan Argentina
Rabu / 08-07-2026, 09:42 WIB
Harga Minyak Dunia Melesat ke Level US$75,54 Usai AS Gempur Iran
Rabu / 08-07-2026, 09:42 WIB
Jadwal Lengkap MotoGP Jerman 2026: Marquez Penguasa Sachsenring
Rabu / 08-07-2026, 09:42 WIB







