Presiden Iran Masoud Pezeshkian langsung kembali ke Teheran dari Irak setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru di selatan Iran pada Selasa (7/7) malam waktu setempat.

Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan Pezeshkian saat ini dalam perjalanan pulang.

>>> Beratnya Bertahan di Dunia Kerja, Ini 5 Film China Bertema PHK yang Bikin Sedih

Pezeshkian sebelumnya berada di Kota Najaf, Irak, untuk menghadiri rangkaian upacara pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang berlangsung sepekan.

Iring-iringan jenazah Khamenei baru tiba di Najaf ketika serangan AS terjadi.

Kantor berita IRNA melaporkan Pezeshkian meninggalkan Najaf pada Rabu dini hari setelah menyelesaikan kunjungannya.

Upacara pemakaman Khamenei masih berlangsung hingga Kamis (9/7), dengan jenazah akan dikirim ke Mashhad untuk dimakamkan di kompleks Makam Imam Reza.

Serangan AS ini terjadi saat kedua negara sedang dalam gencatan senjata dan telah meneken nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang.

>>> Harvey Awards 2026: Chainsaw Man, Demon Slayer, One Piece Masuk Nominasi

Ledakan terdengar di berbagai lokasi sekitar Selat Hormuz, termasuk Pulau Qeshm dan Pelabuhan Sirik.

Pusat Komando AS (CENTCOM) menyatakan serangan itu sebagai respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz.

Menurut CENTCOM, agresi Iran tidak dapat dibenarkan dan merupakan pelanggaran gencatan senjata.

Seorang pejabat AS mengatakan Iran menembaki tiga kapal komersial di perairan Oman dekat Selat Hormuz pada Selasa, yang disebut sebagai pelanggaran berat terhadap MoU damai 17 Juni.

Pejabat itu menambahkan serangan AS adalah akibat langsung dari aksi terorisme internasional Iran di Selat Hormuz.

>>> Kebakaran Hutan Brunswick Creek Tutup Jalan Raya 1 di Fraser Canyon

"Ini adalah hukuman. Dan ini tidak akan segera berakhir," ujar pejabat tersebut.