Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuntut pencairan aset negaranya senilai US$6 miliar (sekitar Rp107 triliun) yang saat ini dibekukan di Qatar.

Dana tersebut harus segera dikembalikan berdasarkan kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.

>>> HarmonyOS 6 Huawei Tembus 70 Juta Instalasi, Tunjukkan Pertumbuhan Pesat

"Berdasarkan rencana yang telah ditetapkan, aset Iran sebesar US$6 miliar, dari total US$12 miliar, yang ada di Qatar seharusnya dicairkan dan dikembalikan ke negara ini," kata Masoud Pezeshkian.

Pezeshkian mengklaim nota kesepahaman yang diteken bersama AS merupakan kemenangan besar bagi rakyat Iran.

Ia menyebut sanksi internasional terkait minyak dan petrokimia kini telah resmi dicabut.

AS Bantah Klaim Iran

Namun klaim sepihak tersebut langsung dibantah oleh jajaran pejabat tinggi dari pihak Washington.

>>> Samsung, Micron, dan SK Hynix Digugat Atas Dugaan Rekayasa Kelangkaan RAM

Pemerintah AS menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada aset Iran yang dicairkan.

Hubungan kedua negara kembali memanas setelah terjadi aksi saling serang di kawasan Selat Hormuz.

Iran nekat meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai aksi balasan.

Di sisi lain, AS menuduh Teheran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata terlebih dahulu.

>>> 6 Arti Mimpi Keguguran Saat Hamil, Apakah Pertanda Buruk?

AS berdalih serangannya dilakukan demi melindungi kapal kargo komersial yang melintas di pelayaran internasional.