Konsumsi kacang-kacangan di Prancis telah menurun drastis. Angkanya hanya setengah dari rata-rata Eropa dan empat kali lebih rendah dari rata-rata global.

Padahal, kacang-kacangan seperti buncis, kacang arab, dan lentil menawarkan manfaat nutrisi, ekonomi, dan lingkungan yang luar biasa. Lalu, mengapa makanan ini diabaikan?

>>> Dokter Tifa Dinilai Akan Menyesal Tolak Restorative Justice di Kasus Ijazah Jokowi

Keunggulan Nutrisi Kacang-kacangan

Seratus gram kacang-kacangan matang mengandung 5 hingga 10 gram protein nabati. Jumlah ini setara dengan sekitar 50 gram daging matang.

Selain protein, kacang-kacangan kaya akan serat pangan yang penting untuk pencernaan. Mereka juga mengandung mineral seperti zat besi, magnesium, dan seng, serta vitamin B.

Indeks glikemiknya rendah, membantu menjaga gula darah tetap stabil dan cocok untuk diet diabetes.

Hambatan Budaya dan Mitos

Banyak orang memiliki kenangan buruk tentang kacang-kacangan yang terlalu matang dari kantin sekolah. Hal ini menciptakan persepsi bahwa kacang-kacangan hambar atau membosankan.

>>> Kemenkes Ungkap Hasil Investigasi Kematian Dokter Icha di NTT

Kurangnya pengetahuan tentang cara memasak dan membumbui kacang-kacangan juga menjadi hambatan. Berbeda dengan budaya lain yang menjadikannya makanan pokok yang lezat.

Ekonomis dan Ramah Lingkungan

Kacang-kacangan sangat terjangkau. Sekantong lentil dan labu bisa menjadi makanan lengkap dengan harga beberapa euro saja.

Mereka memiliki umur simpan panjang dan tersedia di semua supermarket. Dari sisi lingkungan, kacang-kacangan membutuhkan sedikit bahan kimia dan menyuburkan tanah dengan mengikat nitrogen.

Mengganti daging dengan protein nabati ini dapat mengurangi jejak karbon secara signifikan.

>>> Dokter Tifa Terjebak Dakwaan Jaksa di Kasus Ijazah Jokowi

Menambahkan kacang-kacangan ke menu harian adalah kemenangan bagi kesehatan, anggaran, dan planet. Tubuh, dompet, dan Bumi akan berterima kasih.