Timnas Argentina tengah menghadapi masalah serius di lini depan pada Piala Dunia 2026. Dua striker andalan, Lautaro Martínez dan Julián Álvarez, belum menunjukkan ketajaman yang diharapkan.

Sejauh ini, Lautaro baru mencetak satu gol dari titik penalti. Sementara kontribusi Julian Alvarez juga minim.

>>> Christian Lundgaard Raih Pole Mid-Ohio, Arrow McLaren Kuasai Baris Depan

Situasi ini memunculkan pertanyaan, apakah masalah ada pada pemain atau sistem permainan tim?

Dominasi Messi dan Minimnya Suplai Bola

Peran striker utama Argentina saat ini justru dipegang Lionel Messi. Sang kapten menjadi pusat serangan sekaligus penyelesai akhir, sehingga peluang bagi penyerang murni menjadi terbatas.

Posisi nomor 9 juga belum jelas. Lautaro sempat dipercaya sebagai starter, namun tampil kurang meyakinkan.

Julian Alvarez dinilai kehilangan pengaruh dibandingkan performa sebelumnya.

>>> Alat Stimulasi Saraf Vagus Redakan Depresi Berat, Temuan Studi

Gaya bermain Argentina turut menjadi sorotan. Tim tidak mengandalkan sayap murni atau full-back ofensif yang mampu menyuplai bola ke kotak penalti.

Aliran serangan yang terlalu berpusat pada Messi membuat variasi serangan terbatas. Dampaknya, Lautaro dan Julian kesulitan mendapatkan ruang dan momentum untuk mencetak gol.

Dalam laga melawan Cabo Verde, gol lebih banyak datang dari situasi bola mati. Ini mempertegas minimnya efektivitas lini depan dalam skema permainan terbuka.

>>> FIFA Cabut Larangan Kartu Merah Folarin Balogun Sebelum Laga Belgia

Pelatih Lionel Scaloni diperkirakan akan melakukan perubahan untuk mengatasi masalah ini. Scaloni dikenal tidak ragu melakukan rotasi jika performa tim tidak menunjukkan perkembangan positif.