Ikan sidat asal Indonesia terbukti memiliki kandungan asam lemak Omega-3 tertinggi di dunia, mengalahkan salmon yang selama ini dikenal sebagai sumber utama nutrisi tersebut.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Gadis Sri Haryani, mengonfirmasi keunggulan nutrisi sidat berdasarkan data riset terbaru.

>>> BRI Hadirkan Promo dan Kemudahan Transaksi di Prambanan Jazz Festival 2026

"Selama ini, kita selalu mengira salmon yang paling tinggi, ternyata sidat justru memiliki nilai gizi tertinggi," kata Gadis, dikutip dari laman resmi BRIN, Minggu (5/7/2026).

Selain Omega-3, ikan sidat juga mengandung vitamin A, vitamin B kompleks, zat besi, protein, fosfor, dan kalori yang dibutuhkan tubuh.

Kandungan Omega-3 pada sidat terdiri dari DHA dan EPA. DHA berperan penting dalam perkembangan otak, sementara EPA membantu mengurangi peradangan dan menjaga kesehatan jantung.

>>> Promo Indomaret Hemat Minggu Ini hingga 8 Juli 2026, Susu dan Detergen Banting Harga

Sidat juga memiliki nilai ekonomi tinggi bagi sektor perikanan Indonesia. Namun, Gadis menekankan pentingnya pengelolaan berbasis sains dan berkelanjutan agar populasinya tidak terancam.

Keunikan sidat terlihat dari siklus hidup katadromus, yaitu menghabiskan sebagian besar hidup di perairan tawar sebelum bermigrasi ke laut untuk berkembang biak.

"Katadromus artinya dia ketika telur dan menetas di laut menjadi leptocephalus atau larva belut yang unik, memiliki bentuk pipih, transparan, dan seperti daun serta tidak punya kemampuan berenang," jelas Gadis.

>>> Apa Itu Encopresis? Kondisi Gangguan Buang Air Besar yang Bisa Terjadi Saat Olahraga Intens

Selama migrasi dari laut dalam menuju estuari, larva tersebut berubah menjadi sidat kaca (glass eel).