Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memperkuat kolaborasi dalam pengembangan radiofarmaka berbasis Gallium-68 dan Lutetium-177.

Kedua isotop ini menjadi kandidat teranostik yang berpotensi digunakan untuk diagnosis dan terapi kanker.

>>> Emirates Tawarkan Penginapan Gratis di Dubai dan 600 Penawaran Eksklusif

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah penting menuju kemandirian Indonesia di bidang radiofarmasi.

Selain itu, kolaborasi ini juga bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kedokteran nuklir.

>>> Bunnie XO Diterima di Arizona State University di Tengah Proses Perceraian dengan Jelly Roll

Kesepakatan mencakup penelitian, pengujian, dan analisis radiologi yang dilakukan bersama.

Dengan pengembangan radiofarmaka lokal, diharapkan ketergantungan pada impor dapat dikurangi.

>>> Dua Tamu Pakai Gaun Sama di Pernikahan Taylor Swift

Langkah ini juga mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien kanker di Indonesia.